CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label Babblers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Babblers. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Maret 2012

Back to the Basic...?!

Tribal is the "it" texture

BRITISHHHHHH

When everything new that you did, feel sooo boring. Are this is the time for us to pull back our "wheel-of-life"to the basic..?!?

Jumat, 23 Maret 2012

British..?!


Twiggy. Anna Wintour. Vivienne Westwood. Alexander Mcqueen. Mary Katranzou. Margaret Thatcher. Florence Welch. John Lennon. Paul Mcartney. Ringo Star. George Harrison. Harvey Williams. Queen Elizabeth. Kate Middleton. Lady Diana. Harry Potter. Harrods. Double Decker. Big Ben. Gigantic Ferris Wheel. 2012 Olympic.Union Jack. BRITISH INVASION !!.

Jumat, 22 Juli 2011

Can We Make Friend with an Ex ?...

Saya punya sedikit pertanyaan. Siapa sih, orang di dunia ini yang pernah jatuh cinta ?. Saya yakin sekali jika segerombolan manusia dikumpulkan jadi satu dalam satu gedung, pasti banyak dijumpai kumpulan tangan mereka diacungkan ke atas jika diberi pertanyaan dari saya tersebut. Kemudian saya bertanya lagi. Kira-kira, siapa yah, orang yang nggak pernah terlempar ke bawah sampai sulit untuk berdiri karena sesuatu yang katanya complicated seperti cinta ?. Dan lagi-lagi, sepertinya jika saya memberikan pertanyaan tersebut kepada segerombalan manusia yang berada di tempat yang sama seperti diatas. Saya masih akan banyak menjumpai sekelompok tangan-tangan yang diberdirikan ke atas oleh pemiliknya.

Putus cinta, atau broken heart, atau ditinggal oleh cinta. Mungkin bisa dibilang menjadi salah satu jalan dari dua persimpangan sebuah hubungan antar manusia. Berawal dari saling kenal, lalu saling suka, lalu mulai berpacaran, sampai akhirnya berada di dua percabangan jalan. Mungkin memilih mana yang seharusnya dipilih dalam fase itu cukup susah-susah gampang. Kalau pada awal-nya sudah berkomitmen dengan baik, lalu dengan komitmen yang dipegang oleh kedua belah pihak itu mereka sudah mampu mengatasi segala masalah pada hubungan mereka dengan tuntas dan baik. Atau mungkin, di awal berjalan dengan tidak baik, belum ada komitmen. Tetapi ketika ditengah-tengah perjalanan pepatah jawa yang berbunyi witing tresno jalaran soko kulino menjadi sebuah mukjizat yang tiba-tiba datang. Akan lebih mudah pasangan-pasangan tersebut untuk memilih jalan mana yang mereka pilih dari dua percabangan itu. Kemungkinan besar jalur yang mereka pilih merupakan jalur yang bahagia, yang mungkin tidak bisa dipungkiri hubungan mereka akan menaiki tingkat yang lebih serius lagi. Lain lagi ketika di awal hubungan mungkin juga baik-baik saja, sudah berkomitmen juga, tapi tiba-tiba saat terjadi masalah, komitmen itu perlahan runtuh karena beberapa sebab yang tak pernah dipikirkan sebelumnya. Atau mungkin lebih parah-nya, di awal hubungan sudah tidak baik, tanpa ada komitmen, selalu ada cekcok mulut setiap hari. Tidak menampik kemungkinan jalan yang mereka pilih di percabangan itu adalah jalan dimana cinta mereka atau dia hilang, broken heart, putus cinta. Dan setelah itu kemana kira-kira cinta yang pernah mendatangi mereka pergi?.

Putus cinta. Saya tidak mau munafik. Saat terkena dua kata itu, rasanya memang benar-benar tidak enak. Sampai-sampai tidak doyan makan, tidak bisa tidur, kemana-mana bawaan-nya musti pakai kacamata hitam untuk menutupi kedua mata yang bengkak karena banyak-nya air mata yang dikeluarkan dari kesedihan yang melanda. Bahkan terkadang, pola pikir kita-pun bisa-bisa diluar kendali. Berubah sangat drastis daripada saat kita berada di keadaan normal. Terlepas dari renggang waktu dari berapa lama cinta yang sudah pergi. Salah satu hal yang paling menyakitkan ketika putus cinta datang adalah sosok imajiner si mantan yang masih tersimpan di pikiran kita. Ingin rasa-nya menghapus sosok itu, tapi ternyata untuk melakukannya tidak semudah untuk kita menginginkan-nya. Yah, masalah-nya sosok si mantan masih sering beredar di dunia nyata maupun dunia maya sekitar kita. Mau menghindar-pun masih setengah-tengah, masih cinta, masih berkeyakinan penuh akan mengulangi dan mencoba hubungan dari 0 lagi, padahal si mantan sudah berkeyakinan penuh juga nggak akan melakukan hal tersebut. Wah, jadi ingin mati rasanya.

Sudah mentok, bingung, sudah melakukan berbagai cara tapi hanya nihil yang didapat. Sesusah itu kah melupakan mantan?. Akankah kita bisa menjalin hubungan seperti dulu lagi?. atau minimal bisa nggak kita mulai menerima mantan kita sebagai teman seperti layak-nya teman-teman kita yang lain?. Can we make friend with an ex ?.

Saya punya cerita dari kisah pengalaman teman saya. Dia pernah menjalin hubungan selama empat tahun bersama pasangan-nya. Namun, ketika tahun ke-empat itu berjalan, tahu-tahu saya mendengar kabar kalau hubungan mereka berakhir. Tak pernah mengira sebelumnya, karena memang kalau saya lihat mereka pasangan yang cukup bahagia. Pasangan teman saya itu sungguh benar-benar orang yang sabar menghadapi cerewet dan rewel-nya teman saya tersebut. Apa jangan-jangan di tahun ke-empat hubungan mereka, kesabaran pasangan teman saya itu sudah habis yah?. Namanya juga manusia, selalu ada saja batasan dan kekurangan-nya hehe.

Setelah sekitar dua bulan teman saya itu putus. Saat saya sedang membuka account jejaring sosial facebook, saya melihat status update dia sedang ditampilkan oleh monitor. Isi-nya cukup puitis, indah, dan sangat menyentuh dan sedih. Lalu saya membuka account profile dia. Saya sedikit takjub, news feed di profile kebanyakan berisi kata-kata yang serupa. Dan alhasil saya menarik kembali pendapat puitis, indah dan sangat menyentuh dari komentar akan status yang dia buat. Dan baru saya sadari kelebihan-kelebihan yang tidak sengaja seperti itu seakan-akan secara otomatis dan alamiah terjadi pada diri kita saat putus cinta mendatangi kita.

Tiga tahun berlalu. Saya sempat iseng-iseng mengulangi hal serupa dan berharap tidak melihat lagi status-status yang sama. Dan ternyata nol besar yang saya dapat. Selama tiga tahun, dia masih di dera kesedihan akan putus cinta-nya. Saya iseng-iseng membuka friend list dia. Dan masih menjumpai nama mantan teman saya tersebut disana. Saya sendiri kurang paham, setelah mereka putus hubungan mereka masih berjalan sebagai teman atau sudah benar-benar lost contact. Facebook saja terkadang bukan media yang terpercaya untuk menemukan sebuah pertanyaan saya tersebut. Masih menyimpan di friend list belum tentu dia masih berhubungan dengan mantan-nya atau sebaliknya khan.

Beberapa waktu setelah itu, saya kedapatan membantu mengurusi sebuah acara yang di ketuai teman saya yang lain. Dan disana saya bertemu dengan teman saya-si-tiga-tahun tersebut, bahkan lengkap dengan mantan pasangan-nya juga berada disana. Memang mereka berdua sangat terlihat berbeda sekali dengan saat yang terakhir saya lihat waktu mereka masih berpacaran. Perpisahan sudah menghapus cinta yang mereka buat selama empat tahun. Keisengan saya pun muncul, saya sedikit menginterogasi mantan kekasih pacar saya tersebut. Menanyakan perihal kenapa mereka bisa putus. Sayang banget khan, empat tahun bukan waktu yang sebentar dalam membangun suatu hubungan. Usut punya usut, dia hanya bilang ada masalah intern antara mereka berdua, yang tidak bisa dia ceritakan secara mendetail. Dan ketika saya memberi pertanyaan dia lagi tentang kesanggupan dia untuk kembali menjalin hubungan dengan mantan pasangan-nya tersebut. Dia dengan tegas berkata NO!. Entah harus merasa kasihan atau bagaimana kepada teman saya. Kenapa dia harus buang-buang waktu selama tiga tahun hanya untuk membuat sajak puisi atas kesedihan-nya itu, yah kalau sekedar hanya untuk refreshing atau mungkin membuat sajak atau puisi sudah merupakan hobby yang sudah mengakar dari dalam diri-nya sih nggak papa. Tapi jujur saya belum pernah melihat dirinya seperti ini sebelumnya. Yah, saya tahu cinta bisa merubah hal yang tak mungkin menjadi mungkin. Namun, apa dia nggak merasa capek atau benar-benar merasa yah kalau apa yang dia lakukan itu tidak pernah sekalipun membuat mantan-nya menerima dirinya kembali. Dan sangat miris kalau ternyata mereka dipertemukan kembali bukan dalan hubungan cinta, tetapi mereka seperti orang yang kagok dan malas-malasan untuk saling membuka pembicaraan. Jangankan meminta kembali, membuat jalinan pertemanan dengan mantan pun sepertinya hal yang mungkin mustahil dilakukan-nya kalau melihat teman saya dan pasangan-nya seperti itu setelah putus dengan rentang waktu yang cukup lama.

Saya sempat melakukan survei kecil-kecilan ke sahabat dekat dan teman-teman saya perihal menghadapi mantan. Lebih tepatnya, bagaimana seharus-nya menghadapi mantan?, mending lost contact atau masih menjalin hubungan yang bukan cinta dengan si mantan ?. Bisakah kita berdamai dengan mantan dan akhirnya menjalin hubungan pertemanan saja dengan seseorang yang pernah mengisi kehidupan kita tersebut ?.

Terima kasih untuk semua sahabat dan teman-teman saya yang sudah rela diganggu dengan survei kecil-kecilan saya tersebut. Karena dari komentar-komentar itu saya bisa mendapat jawaban yang cukup beragam. Ada sebagian yang beranggapan. "Fine fine aja kok masih berhubungan dengan mantan itu. Mungkin bisa jadi kakak kalau umurnya lebih tua dari kita, dan bisa dijadiin adik khan kalau umurnya lebih kecil daripada kita. Lagian sayang aja gitu, itung-itung nambah link lah". Sahabat saya yang beranggapan serupa menambahi "Masih contact-contactan sih boleh. Tapi nggak mau boong, pasti susah banget. Kedua belah pihak musti berpikiran dewasa. Sama-sama ikhlas, sama-sama memaafkan. Dan inti-nya bisa menerima semua-nya lah. Dan lagi jangan sekalipun membahas hubungan yang sudah pergi. Ini juga melanggar perihal "menerima semua"-nya lhoh. Siapa sih orang di dunia ini yang mau luka masa lalu-nya diungkit-ungkit lagi dan dibahas lagi dan lagi?. and then setelah itu, tetap jalan sendiri-sendiri sesuai kemauan masing-masing. We're just friend, now.

Sebaliknya, komentar lain yang saya dapat dan merupakan komentar paling banyak diserukan, "Mending lost contact. Baik buat kita, mungkin baik juga untuk dia. Past is the past. Mending kalu udah berakhir yah udah berakhir. Siapa sih yang mau sakit terus-terusan?. Delete apapun yang berhubungan dengan dia dari pikiran dan dunia maya". Yah, cinta memang sesulit soal matematika, fisika, dan kimia. Beda-nya, kalau ketiga mata pelajaran hitung menghitung itu adalah suatu kewajiban kita agar bisa lolos dari bangku sekolah. Jadi yah mau tidak mau suka tidak suka, kita harus menghadapi begitu saja nggak bisa lari. Kalau cinta (dalam konteks ketika ditinggalkan oleh cinta), pilihan untuk lari itu bisa kita pilih. Dari komentar sahabat dan teman-teman saya, pilihan untuk lari memiliki berbagai alasan tersendiri sesuai kapasitas diri kita masing-masing. Ada yang memilihnya karena ingin "sembuh" dari "penyakit hati, perasaan, jasmani, dan rohani ini". Ada juga yang ingin kepastian yang pasti walaupun berarti sangat menyakitkan. Yaitu buat apa berkeyakinan cukup tinggi pasti akan bisa kembali menjalin hubungan lagi. Sedangkan mantan kita saja belum tentu atau bahkan tidak menunjukan menginginkan hubungan itu kembali. "Yang pasti aja, kalau nggak pasti mending ya nggak usah di tunggu. Buang-buang energi, tenaga, dan umur". Memang pahit, memang susah, memang terkesan sangat kejam. Tapi terkadang keadaan mengharuskan kita berbuat kejam untuk kebaikan kita sendiri dan atau mungkin orang lain. Ada yang menambahi juga "Kita berbuat kejam untuk tidak mau berhubungan lagi dengan dia untuk kebaikan kita, dan terkesan tidak menghargai, serta sedikit berpikir untuk kebaikan dia . Dan dulu, saat mantan kita memutuskan untuk mengakhiri hubungan. Kita merasa dia kejam, dan dia merasa ini untuk kebaikan kita. Padahal sebenarnya yang terjadi mungkin malah sebalik-nya bukan ?". Cinta ternyata bisa membuat manusia menjadi kejam. Kejam saat kita berada di posisi yang diputuskan atau memutuskan, tanpa sedikit memikirkan orang lain dan hanya bermain dengan keegoisan manusia sendiri.

Saya sendiri, juga pernah mengalami peristiwa serupa. Putus cinta. Jujur memang fase ini sangat menganggu jasmani dan rohani. Saya lebih sering sekali menitikkan air mata karena sedih. Bayangan mantan saya masih merajai pikiran saya. Ditambah mantan saya masih intens sekali kesana kemari hilir mudik berjalan di dunia maya (karena waktu itu saya Long Distance). Fase seperti itu juga membuat saya autis sekali untuk membuat sajak, puisi tentang kesedihan yang bisa saya buat 5 sajak atau puisi dalam satu hari. Dan sampai saat ini ke-autis-an saya tersebut masih menyerang diri saya. Tapi karena Tuhan sudah berbaik hati memberi saya kekuatan yang benar-benar tangguh untuk menetapkan sebuah keputusan yang terbaik untuk saya. Saya bersusah payah hingga akhirnya banting setir ke-autis-an yang datang-nya mendadak itu ke media yang lain. Saya sudah lelah untuk sedih terus-terusan. Saya sudah lelah otak terjejali dengan fantasi yang ternyata nihil. Yah, pada akhirnya (yang membutuhkan perjalanan selama lima bulan). Saya memutuskan untuk lost contact dengan mantan saya. Benar-benar sangat sulit, sangat sulit sekali untuk memutuskan itu. Tapi saya ingin kehidupan mendatang saya lebih cemerlang, lebih indah. Saya sangat tahu sekali, Hubungan cinta antara sepasang individu satu dengan yang lain berbeda-beda. Kadar cinta-nya pun juga berbeda-beda. Jika kadar cinta terlalu banyak, yang seperti pernah saya alami. Memang butuh tenaga, motivasi, dan kemauan yang cukup ekstra tinggi dari Tuhan dan diri sendiri untuk mengurangi kadar-nya perlahan-lahan jika cinta itu pergi meninggalkan kita. Berbagai persoalan yang mendorong untuk berakhirnya suatu hubungan seseorang pun juga berbeda-beda. Yang akhirnya bisa berdampak juga pada hubungan dan keputusan yang diambil setelah kedua belah pihak sudah tidak terjalin cinta lagi.

Dan untuk menjawab judul tulisan saya ini. Tentu jawaban antara satu orang dan orang lain saya yakin juga pasti berbeda. Face the reality, Face your choose :). Good Luck!! :)


Rabu, 02 Maret 2011

Life is too Short to be Sad, All the Times

Hampir selama sebulan...
Memang karena saya terlambat...
Ketika saya terpeleset lagi dan berdiri sendiri untuk bangun...

Sahabat saya pernah bilang "Banyak cara untuk Moving On". Dan Sahabat saya yang sama pula juga baru-baru ini bilang "Tapi cara kamu itu bodoh". Haha yah tak mau menyalahkan diri-nya juga sih. Saya menyadarinya kalau apa yang sudah saya lakukan ini memang terlampau sangat ekstrem (karena memang saya tidak mau menyebutnya bodoh). Ya, memang karena ada alasan tersendiri sih kenapa saya melakukan hal itu. Apalagi kalau bukan karena Moving On itu sendiri.
Yah, selama hampir sebulan saya melakukan hal yang dianggap fatal, dianggap bodoh, dan sempat membuat sahabat-sahabat saya ribet gak tau musti ngapaian. Selama hampir sebulan saya hijrah ke Pulau Dewata.


Dengan harapan ingin sekedar mendinginkan otak saya yang kala itu benar-benar berat. Tapi yah, yang terpenting sih saya ingin menyendiri, meng-istirahatkan segalanya yang sudah saya bawa selama 21 tahun ini.

Tapi yah, yang ingin saya hilangkan pada waktu itu apalagi kalau bukan karena sebab akibat dari sebuah Cinta. Hmmmm entah musti geregetan atau apa-lah saat ini ketika mendengar kata itu. Eits, tapi toh segalanya sudah sedikit membaik, jadi yah alhamdulillah juga saya tidak seberapa sensi mendengar kata itu.

Waktu itu saya benar-benar sedih. Memulainya lagi semuanya dari nol, karena semua yang saya bangun (lagi-lagi) ternyata bisa runtuh begitu saja. Entah dapet kekuatan darimana, waktu itu pokoknya saya harus bisa. Saya nggak mau terus-terusan sedih hanya karena masalah cinta. (Mendingan juga sedih karena si perancang John Galliano dipecat dari Dior haha)

Semacam menghalalkan segala cara tapi bukan menghalalkan segala cara juga hehe. Beruntung saya punya teman di Bali. Tampaknya otak saya waktu itu juga sedikit bekerja walaupun lagi banyak pikiran, saya kepikiran menghubungi dia yang sudah jauh-jauh hari sering membujuk saya buat pergi ke Bali. Bahkan pernah suatu waktu sampai-sampai saya disuruh pindah kuliah ke Bali saja hmmm. Dengan modal nekat dan untungnya persediaan tabungan saya memadai, saya memang nekat kesana. Nekat ke Bali.

Blackberry saya tinggal di teman kampus saya. Karena memang waktu itu saya memang benar-benar pengen sendiri. Sebenarnya sih memang seperti tak membawa alat komunikasi apapun walaupun pada waktu saya membawa satu telepon genggam yang lainnya lagi.

Tidak banyak hal yang hura-hara sih sebenarnya disana. Karena memang saya benar-benar nggak mood buat begituan pas waktu itu. Yang ada cuman entah itu semacam yang dinamakan gejolak spiritual dari dalam diri yang keluar, atau entah itu kembali datangnya arwah saya yang lain, atau entah itu sebuah tranparansi sebuah guru kehidupan. Haduh haduh bahasa saya yahh...

Yah, pokoknya saya jadi banyak mikir yang saat ini saya baru merasa mikirnya yang bagus-bagus. Saya jadi mengerti apa yang harus dihilangkan dahulu untuk masalah cinta cinta dan cinta yang melelahkan ini. Mungkin semacam narkoba yang sudah terlanjur tertanam dan membuat saya ketagihan. Jadi yah saya harus masuk panti rehabilitasi agar biar sembuh. Tapi narkoba yang masuk di tubuh saya ini tak berwujud, hanya berwujud kata-kata yang bisa diucpakan sebagai "addicted atau infatuation karena cinta", yang akibatnya sih ternyata sama seperti orang yang kena Narkoba. Hii ngeriii?. Emang ngeri kok, dan saya cuman berharap cuman sekali aja ngerasain ini di hidup saya hehehe :).

Tubuh saya tak perlu disuntik obat macam-macam. Karena yang jadi obat waktu itu sebenarnya diri saya sendiri. Obat-nya cuman musti melawan diri sendiri aja, ber-komitmen dengan diri sendiri, pokoknya seperti menggunting-gunting tubuh kita sendiri tapi tidak menyisakan luka di badan. Awalnya memang susah. Tapi toh saya akhirnya mau mencoba dan akhirnya.....photo saya tersenyum-pun bisa saya dapat di pantai :).

Hal kedua yang waktu itu dikatakan alam bawah sadar saya, saya harus forgive dan forget. Hmmm...sebenernya sih forgive-nya malas, tapi forgetnya mau. Yahh...saya pernah mencobanya dengan menyepelekan forgive-nya. Tapi yang terjadi malah saya gak bisa melakukan si forget. Lahh...akhirnya di kesempatan kedua-nya saya berusaha melawan diri saya sendiri untuk melakukan kedua-nya.

Tuhan ternyata memang baik sama saya, dia ternyata pahlawan terbaik buat saya. Dia masih sayang sama saya walaupun dan apapun yang terjadi dengan saya, ternyata (yang baru saya sadari) selalu ngasih yang terbaik buat saya walaupun itu menyakitkan.

Semuanya memang sudah berubah dengan cepatnya,entah itu berubah menjadi tambah buruk atau malah menjadi lebih baik. Yah, pokoknya yang saya tahu saya gak mau ngerasa sedih terus. Life is too Short to be Sad, All the Times.




Senin, 07 Februari 2011

i'm sorry ALL


i'm sorry to ALL....

Selasa, 01 Februari 2011

Belajar Cinta..Kemudian Patah Hati..Kemudian Berkabung..dan Kemudian Move On

Entah mungkin saya berpikiran lebay atau apa yah. Akhirnya saya dipertemukan dengan buku yang cukup berkhasiat ini. Saya nemu-nya si ditempat saya bekerja. Yang pada waktu itu saya sedang nggak ada kerjaan, jadilah saya berjalan-jalan sembari melihat kalau-kalau ada buku yang bagus. Dan akhirnya... tak disangka ketemu sama buku ini.

Awal ketemuan-nya sih gak langsung nancep dihati. Tapi setelah beberapa hari mikir-mikir yang nggak sampai bikin stres sih, kok sepertinya buku ini bisa nge-bantu saya yah. Hehe..yah karena di ringkasan buku di halaman belakang-nya dituliskan ada kata-kata Move On. Kata-kata yang cukup sering saya dengar dari sahabat-sahabat saya beberapa bulan ini. Dan seakan tak ingin bohong pada diri saya sendiri. Yahh...Saya sedang dalam tahap move on, entah itu sebenarnya belum saya lakukan atau sudah saya lakukan, Saya sedang move one entah itu terkadang saya masih "stuck in the moment" dan menye-menye (kalo istilah sahabat saya) yang alhasil malah bikin jasmani dan rohani saya terganggu hmmm.....

Sebenernya sih kalau mau move on itu nggak perlu tanpa disuruh-suruh orang lain atau mungkin ada pihak lain entah itu berwujud makhluk hidup atau nggak buat memantapkan diri biar bisa move on. Tapi yah yang namanya siklus kehidupan itu yang dimana untuk bisa keluar dari comfort zone itu susahnya minta ampun, yah mau nggak mau terkadang kita butuh dorongan orang lain untuk menjadi lebih baik bukan. Mungkin sudah entah berapa banyak busa yang keluar dari mulut sahabat-sahabat saya sebelum saya menemukan referensi lain (buku) untuk kehidupan saya ini untuk sekedar melakukan move on. Yah, karena susah-nya minta ampun itu makanya saya ngga langsung ndang dilakokno (buruan dikerjain).

Buku ini cukup menambah sahabat untuk sharing saya. Buku ini juga cukup memotivasi saya atas segala hal. Tanpa perlu meng-anaktirikan sahabat-sahabat saya. Karena mereka juga-lah saya bisa membuka mata saya hehe :)

Love this book sooo muchhh
Love my bestie sooo muchhh

It's Complicated..the most powerfulllllll book i ever seen, i ever read...

Senin, 03 Januari 2011

Last or Nothing



Surabaya, 31 Desember 2010

Yah, memang bukan di Jogja wahai sang mantan.


Dini hari ini. Disaat waktu hidup untuk tahun 2010 sudah berakhir. Dini hari ini, aku banyak melihat letupan keras kembang api di atas awan gelap. Tidak hanya satu kembang api, banyak kembang api yang bisa kulihat dengan jelas. Warna-nya cukup beragam. Terbesit di pikiranku, tahun ini banyak sekali kejadian-kejadian yang beragam pula yang kauberikan. Entah itu senang, entah itu sedih.


Hampir sekali kita beranjak di usia 2 tahun hubungan kita. Tapi itu semua harus berakhir ketika tahun 2010 menyisakan 4 bulan terakhirnya.


Apakah aku susah menerimanya ?.
Pada awalnya teramat susah sekali. Namun karena segala sesuatu memiliki proses, awal yang susah-pun kini menghasilkan kesanggupan-ku untuk menerima semuanya.


Apakah aku ikhlas ?.
Pada awalnya aku teramat sangat tidak ikhlas. Seakan-akan hanya dirimu yang ada dunia ini sehingga membuatku lemah. Dan namun karena ini merupakan suatu proses. Awal yang susah-pun kini dapat menghasilkan keikhlasan juga.


Manusia cepat berubah yah, Sang Mantan. Tidak hanya kau. Dan tidak hanya aku. Aku menjadi sangat mudah untuk menerima dan mengikhlas-kan semua-nya.


Sepintas memang sering kujumpai siluet transparan dirimu di dalam otak-ku. Tapi sepintas itu juga aku mati-matian menghapus semua itu. Segala-nya memang susah buatku pada awal-nya.


Dan..
Bukankah kau tidak cukup mudah juga menghapus kebimbangan pada dirimu saat ini, Sang Mantan ?


Di dini hari ini. Aku hanya melihat awan hitam pekat di langit. Cukup menyedihkan. Tapi untung-nya para kembang api bergantian meletup diatas langit. Mereka tak pernah secara bersamaan untuk meletup.


Dan dipikiranku terbesit lagi,
Ini kah yang kau ingin-kan, atau mungkin yang aku inginkan, dan atau kemungkinan yang lain adalah yang hubungan kita inginkan ?. Aku tak pernah menyalahkan dirimu, atau mungkin menyalahkan diriku sendiri, dan atau mungkin juga menyalahkan hubungan kita.


Ketika kita saling berjalan sendiri-sendiri menghadapi kehidupan masing-masing. Tanpa tau lagi bagaimana kau disana dan aku disini. Dan...
Hanya sebuah barisan kata-kata di Blackberry Mesengger yang menyusun kalimat..


"Terima Kasih sudah hadir dihidupku"
Yang hanya kubalas dengan ucapan "sama-sama, yah"


Sepertinya sudah cukup yah, Sang Mantan ?. Ataukah memang sudah cukup hanya begitu saja ?.
Oh, Maaf. Aku mulai terkesan ingin dikasihani lagi. Tapi bukan-kah kau hanya luluh dengan orang yang dikasihani ?. Sebagaimana sifat pahlawan-mu yang lebih tepat bila kusebut "Pahlawan Kesiangan" ?.
Tapi maaf, Sang Mantan. Aku sudah bukan tokoh lelaki kecil yang ditolong oleh pahlawan-nya lagi. Karena aku ternyata bisa menolong diri-ku sendiri dari semua hal (yang katamu) realita hidup ini. Jujur aku masih bingung melihat hidup dari kacamata minus-mu. Dan aku merasa lebih baik melihat itu semua dengan kacamata minus dengan frame super tebal milikku sendiri.


Aku sangat yakin sekali, dalam otak-mu masih tertanam bahwa Aku selalu menyalahkan-mu atas semua hal ini ?.
Aku mungkin hanya akan terdiam. Bermain-mainlah dengan puas di area bermain pikiran-mu sendiri, Sang Mantan. Karena kau sepertinya lebih asyik bermain-main di pikiran-mu sendiri. Sudah cukup-lah. Sudah cukup bermain salah menyalahkan. Ini salah kita berdua. Ini salah egoisme kita berdua. Semua memang bisa diperbaiki. Tapi karena kau benar-benar tak yakin akan hal itu. Aku hanya berkata "TERSERAH" dengan pasrah dalam hati.


Kau pernah bilang selama ini, dibalik hubungan kita. Kau ingin membelajari-ku sebuah kemandiri-an dan kedewasaan. Terkesan memaksa memang apa yang kau lakukan. Semuanya sama persis menurut apa yang kacamata-mu lihat. Sampai-sampai kau lupa kalau aku punya hidup sendiri yang menurutmu salah. Tapi selamat, pembelajaran-mu cukup bereaksi padaku sekarang. Tetapi maaf, semua ini aku jalani sesuai apa yang aku mau.


Mungkin aku sudah bisa mandiri. Mungkin aku sudah bisa menjadi dewasa. Mungkin aku akan memperlakukan cinta dengan sangat kejam. Karena ini memang ke"move on"an yang aku jalani. Dan mungkin bisa membuat aku senang.


Terkesan aneh kah ?. Yah, memang. Teman-temanku juga berkata seperti itu. Karena hubungan kita sudah melawan mainstream. Dan tidak ada salah-nya khan aku mencoba cara untuk Moving On dengan cara yang melawan mainstream juga ?.


Satu yang kuingat lagi. Apakah kau masih akan menyalahkan prasangka ?. Apakah kau masih akan membiarkan orang menerka-nerka apa yang kau lakukan ?. Apa yang kau perbuat seolah-olah tak bisa melawan prasangka, Sang Mantan. Dan apa yang kau perbuat-pun tak bisa melawan terkaan orang atas apa yang kau lakukan.


Semoga kita sama baik-nya dimanapun kita berada, Yah. AKU MASIH TAK TAU LAGI BERBUAT APA.


Domou Arigatou Gozaimasu,

Selasa, 14 Desember 2010

Haymarket Check, the SIGN for Burberry. And the.. Human SIGN.

Belakangan ini saya sering sekali mendengar kata "SIGN" di kuliah-kuliah saya. Yah, memang tak bisa dipungkiri jurusan yang saya ambil terkadang tak akan pernah lepas dari susunan 4 huruf itu. Dan kala itu saya sempat berpikir semua elemen-elemen yang ada di dunia ini ternyata secara tidak langsung juga memiliki SIGN. Entah itu sebagai penunjuk arah, entah sebagai tanda pengenal mereka, dan entah sebagai ciri khas mereka sebagai pembeda dengan yang lain-nya.
Burberry. Lini fashion dari Inggris ini sudah memulai menempel pada tubuh-tubuh para pecinta fashion sejak tahun 1856. Dengan SIGN yang dibuat berdasarkan komposisi garis-garis vertikal horizontal berwarna hitam, merah, dan abu-abu dan dengan background berwana krem serta biasanya ditambahkan logo seorang ksatria yang menunggangi kudanya ini, Burberry setia menemani sampai saat ini di koleksi-koleski trench coat, tote bag, dan koleksi-koleksi lain-nya. SIGN yang cukup simpel ini membuat para pecinta Burberry (atau lebih tepat-nya pecinta fashion) mudah mengenali hasil karya Christoper Bailey ini di sepanjang jalan yang berdiri beberapa butik-butik lini pakaian terkemuka lainnya.
Ketika saya sedikit mengamati sahabat-sahabat terdekat saya. Saya sempat berandai-andai. Kenapa saya bisa mengenali mereka walaupun mereka belum mengucapkan sepatah katapun pada saya. Apakah yah, karena sudah terlampau sangat lama sekali saya mengenal mereka jadi tanpa mereka berkata-katapun saya sudah bisa mengenali mereka. Dan atau-kah mereka juga memilki SIGN itu sendiri?.
Saya sempat melakukan riset kecil-kecilan kepada teman-teman saya tentang apakah manusia juga mempunyai SIGN sebagai penampil ciri khas kita agar mudah dikenali seseorang. Dan ternyata kebanyakan teman-teman saya mempercayai hal itu. Kita (manusia) juga memiliki SIGN itu sendiri. Dan sedikit lebih beruntung karena manusia lebih banyak memiliki kelebihan tentang SIGN. Contohnya saja bisa dari bentuk badan,bentuk wajah, gaya rambut, gaya berpakaian, sifat,dan lain-nya.
Atas kelebihan SIGN yang dimiliki manusia itu.Terkadang SIGN-SIGN itu juga mempunyai beberapa maksud tertentu. Entah itu baik atau buruk. Seperti jika kita tidak suka kepada seseorang kita secara tidak langsung akan memberikan SIGN seakan tak respect kepada orang yang tidak kita sukai tersebut.
Mengutip sedikit kata-kata yang mungkin sudah kita dengar dari banyak orang bahwa Manusia itu diciptakan memiliki porsi sendiri-sendiri. Entah itu kehidupan mereka, ciri khas mereka, karakteristik mereka dan lain-nya, yang mungkin jika semua elemen-elemen itu disatukan akan tercipta SIGN dari manusia itu sendiri. Kalau memang sudah mengerti, mungkin kita tak perlu heran atau mungkin marah ketika melihat perbedaan antara kita dan orang disekitar kita.
Sulit-kah menerima-nya?.
Yah,terkadang memang sulit. Sulit sekali. Tapi toh itu sebuah proses. Tak ada salah-nya untuk mengerti SIGN orang lain.
Sedikit hal tentang kehidupan yang saja pelajari lagi.

Minggu, 07 November 2010

3 Lines for My Runway Life..

Surabaya...
It's home,tempat dua pasangan ibu bapak saya tinggal. Jalur pertama saya ketika saya baru mengenal huruf,membaca,berjalan,makan,berhitung dan perangkat awal lain seorang manusia kecil ketika baru tiba di kehidupan. Hanya sebuah rumah kecil yang menyimpan berjuta-juta bahkan bermiliar-miliar obat penenang hati. Hanya sebuah gemerlapan lampu kota dimalam hari yang menyimpan sekotak dark chocolate bersama sahabat-sahabat terdekat. Dan mungkin hanya sebuat kota yang saya cintai, tempat dimana saya benar-benar merasakan bentuk lain dari olahraga yoga yang menenangkan.


Yogyakarta...
Ketika gejolak kawula muda saya mulai memberontak untuk keluar, tak tau mengapa saya melanjutkan jalur kedua saya di kota ini. Just for my school life, saya tambatkan di perguruan tinggi seni di kota yang disebut kota budaya ini. Dan mungkin fase dewasa saya mulai menyeruak minta keluar disini. Dan yah keduanya belum mau mengalah sampai saat ini. Sepenggal kehidupan cinta-pun saya jumpai disini. Hanya sebuah kesederhanaan kotanya ,yang membuat saya mengerti hidup itu apa ada-nya. Hanya sebuah lembaran kain batik khas yogyakarta, yang membuat hidup itu ternyata indah yah. Dan mungkin hanya sebuah janji tak terduga di monumen tugu yang membuat kembali disini.


Jakarta...
Megapolitan,kota yang tak pernah tidur. Dan my loves life sudah terlanjur saya tambatkan disini. Apakah saya menyesalinya ?. Tidak, karena hati saya yang sudah terlanjur meyakininya :). Mungkin akan menjadi jalur ketiga untuk kehidupan saya mendatang. Dimana ketika sepotong Banana Republic terpasang dibadan, bawahan panjang Raoul, dan alas Bottega Veneta layaknya laga runway menswear di bilangan Sudirman. Hanya beribu-ribu gedung tinggi kokoh dengan lampu sorotnya dimalam hari yang mungkin bisa membuat kuat. Hanya sebuah rentetan mobil motor yang mungkin membuat pusing. Dan mungkin hanya tugu selamat datang dan monas yang akan menyapa pagi di jakarta dengan senyuman.

Senin, 01 November 2010

Damn !..Make me Like Your Face, Tyra !

Tyra Banks, mungkin salah satu model yang cukup saya kagumi (disamping saya menyukai acara reality show yang yang dibuat). Damn, She have soooo manyy fierce and strong face on her photograph..

Ketika mood dan emosi saya saat ini sedang tidak bisa stabil-stabilnya. Mungkin hanya kata "kuat" saja yang benar-benar ingin saya minta. How to make me strong, like your fierce and strong photos tyra ?.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Minggu, 31 Oktober 2010

LOVE is Dolce & Gabbana..

Animal print leopard sepertinya sedang berada pada titik puncaknya musim ini. Terbukti dari banyaknya rumah mode rumah mode terkenal menyalurkan ide-nya dalam sebuah baju pret-a-porter dengan memakai kain motif di musim fall/winter ini.

Ketika saya membuka Harper's Bazaar edisi bulan september yang lalu. Saya sempat terpaku sejenak dengan rancangan animal print leopard musim fall/winter 2011 dari desainer Milan, Italia yaitu pasangan Domenico Dolce & Stefano Gabbana yang rumah mode mereka diambil dari nama mereka juga Dolce & Gabbana. Saya sempat berpikir, apa jadinya Dolce & Gabbana yah ketika pada tahun 1985 mereka tidak bertemu ?. Mungkin saja kita tak akan pernah bisa melihat kampanye si diva dunia madonna sedang menangis di dalam apartemen, dan atau mungkin kita tak akan pernah bisa melihat kesebelasan italia sedang bernarsis meng-kampanyekan lini underwear dari dua pasangan desainer ini. Dan tentunya tak akan ada label Dolce & Gabbana dan D&G di jajaran luxurius goods yang dirunway khan.

Ketika saya berpikir tentang cinta, cinta dari sudut pandang secara umum bukan sekedar cinta kepada pasangan anda. Tapi cinta yang kita punya pada keluarga, sahabat, atau semua yang kita beri cinta. Saya bisa katakan membuat satu hal yang bernama cinta itu cukup susah yah, dan cinta itu hanya bisa tumbuh ketika dua orang entah itu dalam hubungan apapun, merasa sejalan, nyaman, dan terbiasa akan hal yang dilakukan satu sama lain sehingga lambat laun mereka bisa menumbuhkan cinta. Dan ketika cinta itu semakin lama semakin tumbuh mungkin anda bisa melihat jerih payah dua sepasang yang membuatnya berdiri megah dan cukup mewah di jajaran butik di madison avenue. Yah memang sulit tentunya membuat cinta untuk agar tampak seperti anggunnya one shoulder gown motif leopard karta dolce & gabbana.

Satu hal lagi sulit yang saya ketahui tentang hidup. Tentang cinta, mengenal cinta, membuat cinta yang memiliki suatu tingkat kesulitan tertentu. Tentu tidak mudah bukan untuk membuat sesuatu agar tampak haute couture ?.

Rabu, 27 Oktober 2010

Just Wondering Roberto Cavalli Children's Line,Wether it WouLd be Make as Sexy as Their Adult Collection ?..

Dunia fashion seakan tak mengenal usia dalam penciptaan karya desain-nya. Saya sempat sedikit terkejut ketika saat ini anak-anak juga mendapatkan porsi sendiri di dunia fashion. Dan saya tidak perlu bertanya-tanya lagi mengapa akhirnya bisa muncul gadis kecil seperti Suri Cruise dengan sejuta keanggunan di usia-nya yang masih cukup sangat belia itu. Saya sempat berandai-andai, kira-kira di pikiran para desainer itu apa yah ketika koleksi untuk lini anak-anak itu mereka buat ?.
Roberto Cavalli, nama rumah mode dari Italia yang diambil dari nama sang pendesainer-nya itu sendiri. Para wanita Italia sepertinya cukup beruntung memiliki beliau, karena berkat karya-karya beliau, ke-seksi-an mereka bisa dikenal khalayak fashionista di seluruh dunia. Yah, Roberto Cavalli cukup konsekuen atas inspirasi seksi ala wanita Italia dalam karya-karyanya, disamping motif animal print yang eksentrik yang juga merupakan ke-konsekuensian-nya dalam penciptaan karyanya. Lalu bagaimana-kah wujud koleksi lini anak-anak mereka ?. Awalnya saya sempat membayangkan, Suri memakai cocktail dress sexy motif leopard, memegang clutch ditangan dan heels menawan (keduanya dengan motif serupa) sedang dipotret oleh paparazzi ketika sedang sekedar berjalan-jalan di madison avenue bersama ibu-nya. Apakah gadis sekecil itu sudah mengenal kata sexy dan setidaknya apakah pria-pria yang melihatnya akan mengatakan sexy?. Untungnya pengandaian saya itu tidak benar-benar ada. Roberto Cavalli memang konsekuen dengan karya sexy-nya. Tapi untuk lini anak-anaknya, dia sedikit menghilangkan kosa kata itu dalam karyanya.
Kadangkala kita pasti pernah berfikir (di fase saat bangku sekolah sudah kita tinggalkan dan mulai melanjutkan untuk kuliah atau bekerja) betapa indah-nya masa kecil kita dahulu. Yang cuma mengenal kata bermain dan bermain, sampai akhirnya kita lelah saat tiba di fase saat itu. Mungkin saat ini akan semakin banyak anak-anak kecil yang tak akan lelah bermain jika waktu bisa diputar kembali. Tapi sayangnya "waktu" itu sangat konsekuen dengan pekerjaan-nya untuk melaju terus tanpa henti. Saat kita kecil kita banyak sekali dilarang dengan semua hal yang berhubungan dengan ke"dewasa"an, tapi saat kita dewasa mungkin kita juga mau tidak mau tak bisa lagi melakukan hal yang kita lakukan saat kita kecil, dan kita mulai berkenalan dengan suatu rancangan haute-couture tuhan yang diberi nama masalah.
Salah satu bagian kecil dan mungkin sulit dari kehidupan yang saya ketahui lagi. Biarkanlah Suri kecil memakai Roberto Cavalli kecil-nya sambil menggendong teddy bear ditangannya. Sampai akhirnya dia mungkin akan menyimpan teddy bear dan Roberto Cavalli kecil-nya saat dia sudah lelah bermain.

Sabtu, 23 Oktober 2010

How Tight You Could Tie Your Ermenegildo Zegna up ?, Don't Forget Put Your Armani on..

Sepotong celana panjang (entah itu jeans, atau dari bahan kain) tentunya sangat sulit dipisahkan dengan ikat pinggang bukan. Seolah-olah mereka memiliki hubungan simbiosis mutualisme seperti kerbau dan burung di mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kita dikala duduk si sekolah dasar. Si ikat pinggang tak akan melepas si celana panjang, begitu pula si celana panjang. Mereka berdua saling membutuhkan satu sama lain.
Tetapi bagaimana yah agar Ermenegildo Zegna dan Armani, keduanya agar tidak cepat rusak satu sama lain. Tentu keduanya barang sangat berharga. Walaupun berperan hanya sebagai bawahan anda dan pengikatnya. Tapi apakah rela memakainya dengan asal-asalan begitu saja ?.
Ketika anda mengikatkannya dengan kencang mungkin si Ermenegildo akan menjerit kalau dia bisa bicara (dan bukan tidak mungkin akan cepat rusak dibagian pinggangnya) dan tentunya perut anda juga akan merasa sakit bukan terikat dengan Armani anda yang kencang?. Sebaliknya ketika anda mengikatnya dengan longgar. Tentu saja Ermenegildo Zegna yang sudah anda beli dengan harga yang tidak cukup murah tidak akan berfungsi semestinya sebagai celana yang menutupi bagian bawah anda. Malahan bisa dibilang si Armani juga akan bertanya kalau bisa bicara "untuk apa aku kalau bukan untuk mengikat sebuah celana". Ketika keduanya bisa berjalan beriringan dengan kata lain menggunakannya dengan pas, alhasil simbiosis mutualisme yang semestinya akan mereka alami. Anda tak merasa sakit dan anda tak perlu menyanyangkan sudah membuang banyak tabungan anda untuk keduanya.
Ketika tuhan menghadapkan kita pada bentuk apapun (entah itu berwujud atau tidak berwujud). Sebenarnya kita mungkin seharusnya harus bisa menyikapinya. Tuhan mungkin secara tidak langsung memberi kita pengajaran bahwa semua hal harus dilalui dengan pas, sesuai dengan semestinya. Bukankah terkadang suatu hal jika terlalu kita pegang erat akan pergi ?, begitu pula jika tidak kita pegang erat malah akan pergi juga.
Satu hal lagi hal yang saya ketahui tentang kehidupan. Ketika semuanya harus dijalani dengan pas. Ketika diri kita naik turun dan mengkondisikan semua itu dengan susah payah agar stabil seperti sedia kala.

Wooahh..it's the Birkin Bag by Hermès

Mungkin itu reaksi pertama para wanita ketika melihat sebuah tas jinjing dari perancis yang melegenda itu. Kenapa sampai bisa disebut melegenda?. Karena selain harganya yang jika bisa dibilang sedikit agak tidak masuk akal oleh manusia pada umumnya, cara mendapatkannya-pun tidak bisa dibilang mudah. Entah menunggu satu tahun atau mungkin lebih, sampai nama anda dilayani di list pemesan yang bejibun di butik resminya. Jika sudah mendapatkannya bukan tidak mungkin, bisa menyebut tas ini adalah "berharga". Banyak yang dilalui sebelum kita bisa benar-benar memilikinya. Tapi ketika sudah ditangan anda, tabungan anda yang mendadak kosong rasanya mungkin tak akan ada sesali. Ketika Tas Birkin yang anda punya ada sedikit cacat yang mungkin tidak disengaja anda lakukan, Anda bisa meng-inap-kannya untuk sementara ke rumah sakitnya untuk dibenahi. Yah itulah salah satu dari kesekian alasan tas birkin Hermès sangat "berharga". Dan si pemilik-pun tak segan untuk merawatnya secara ekstra lebih dan sedikit terpuaskan rasa batinnya ketika si kecil dari perancis ini ada ditangan mereka.
Tuhan pasti memberi yang terbaik untuk kita, entah itu kapan akan datang kepada kita, bisa saja satu tahun atau lebih sama seperti ke-rabu-nan ketika list nama kita sudah masuk dalam daftar pemesanan tas Birkin itu. Dan satu-satunya hal yang susah dilakukan adalah ketika kita terkadang tidak pernah tahu apakah hal yang secara tiba-tiba datang (yang mungkin datang dari Tuhan) di hadapan kita itu benar-benar yang terbaik atau bukan dan lebih parahnya lagi kita susah untuk menerima pemberian tuhan itu secara ikhlas. Yah..semua hal tentang hidup ini memang susah, jadi saya atau mungkin anda tidak perlu heran jika ada seseorang yang melakukan kesalahan pada peristiwa yang baru pertama kali dialaminya. Itu mungkin pembelajaran awal untuk menerima semuanya dengan apa adanya. Memang sangat teramat susah. Tapi setidaknya kita harus mencoba untuk lebih berusaha menerimanya apa adanya.
Dan ketika Tuhan sudah memberikan hal yang terbaik untuk kita itu. Pasti beliau tidak akan membuang "hal itu" begitu saja ketika hal yang terbaik yang kita dapat itu mengalami kerusakan. Pasti ada cara tersendiri untuk menjahitnya kembali, menjadi kesatuan yang indah Tas Birkin Hermès.
Untungnya Tuhan tidak meminta kita untuk membayar sampai tabungan kita terkuras agar beliau memberi kita hal yang terbaik itu. Mungkin bayarannya hanya do'a yang dengan senantiasa akan selalu dia dengar.
Satu hal lagi pelajaran hidup yang saya pelajari. Terimalah semua hal apa adanya, entah itu kita sudah menyadari atau belum bahwa hal itu hal terbaik dari Tuhan atau bukan. Memang susah, benar-benar sangat susah. Karena sejatinya, kita manusia, yang terkadang tak pernah puas akan suatu hal yang sudah Tuhan berikan ke kita. Tapi sejatinya manusia juga ingin untuk menjadi lebih baik bukan ?.

Jumat, 22 Oktober 2010

Memory of Chanel, Left by Coco Chanel and Karl Lagerfeld is Next to Her Right Now

Ketika ke-maskulin-an seorang pria disatukan dalam ke-feminim-itasan dalam fashion, mungkin rumah mode Chanel yang berhasil mengawinkan kedua aspek itu. Para wanita hanya cukup berterima kasih kepada Coco Chanel, wanita ambisius pionir rumah mode ini. Sepeninggal beliau-pun, Chanel masih tetap teguh berdiri dengan maskulin diatas feminitasnya itu, berkat Karl Lagerfeld yang saya menyebutnya "kenangan lanjut dari Chanel".
Saya ingin mengajak anda berimajinasi lagi. Sejenak membayangkan bahwa Chanel itu adalah sosok wanita prancis yang anggun, ambisius, atau bisa disebut cerminan karya-karya dari filosofi Coco Chanel membuat label itu. Pada tahun 1971, Coco Chanel meninggalkan dia, bukan hanya meninggalkan untuk sementara, tetapi untuk selama-lamannya karena penyakit yang diderita maestro penciptanya itu. Saya sedikit berandai-andai (masih membayangkan Chanel "si wanita perancis") kira-kira bagaimana perasaan dia ketika tiba-tiba ditinggalkan ibu,kakak perempuan,atau mungkin kekasihnya yang sudah disampingnya selama 62 tahun (dari tahun 1909-1971). Pasti terlampau banyak sekali memori bukan ?.
Tapi selama dalam fase itu, Chanel "si wanita perancis" sepertinya masih berusaha seperti sedia kala (atau mungkin dia menjadi lebih baik), walaupun tanpa ada sang maestro yang mendesain dia disampingnya. Pasti cukup susah untuknya, tapi yah mungkin karena usaha dia, 12 tahun berikutnya, pada tahun 1983 dia bertemu maestro baru yang siap mendesainnya, seorang Karl Lagerfeld. Masih tetap dengan mempertahankan sifat asli (ciri khas) dirinya (Chanel), si wanita perancis itu semakin berkembang dengan tetap pada woman trousers dan jersey yang legendaris di tangan Karl Lagerfeld sampai sekarang.
Memori datang pada setiap manusia. Terlepas dari indah atau tidaknya memori itu, tergantung diri kita masing-masing untuk selalu mengenangnya atau tidak. Memori itu datang mungkin untuk mengajari kita untuk lebih berkembang, bukan untuk meratapinya terus-menerus. Saya tidak mau naif atau mungkin munafik. Saya sendiri juga pernah merasakannya, betapa susahnya untuk membuat memori-memori itu sebagai pelajaran hidup saya. Tapi untungnya kita diciptakan sebagai manusia, bukan sebagai Chanel "si wanita perancis". Jadi mungkin setidaknya kita tidak perlu menunggu selama 12 tahun untuk bisa menerima memori-memori itu sebagai pelajaran hidup.
Satu hal lagi yang saya ketahui tentang hidup. Memang susah, malah teramat sangat susah sekali. Tapi itu mungkin sudah jalan Tuhan sebelum kita bisa menjadi the Legendary Fashionable Item yang digilai pecinta fashion. Mungkin semua tergantung masing-masing dari kita untuk menyikapinya seperti apa?. Cuman sekedar mengingat satu hal yang sudah sangat dihapal luar kepala oleh setiap manusia, "Hidup itu suatu pilihan bukan?".

Rabu, 20 Oktober 2010

When Freja Beha Erichsen Wears Tight Stilettos, and Loose Ankle Boots Wore by Agyness Deyn..

Seorang model, yang merupakan salah satu media propaganda dari suatu rumah mode untuk mengkomunikasikan karya rancangan seorang desainer ternyata harus mampu melakukan hal yang sebenarnya diluar kebiasaan mereka. Saya sedikit cukup kaget sekaligus kagum ketika salah satu teman saya yang pernah mencicipi terjalnya lintasan runway ketika saya sempat memasang status di salah satu instant messenger. Saya memasang "Oxford shoes yang kekecilan" yang merupakan analogi versi saya untuk mengartikan rasa sakit. Dan seketika teman saya yang pernah mencicipi terjalnya lintasan runway itu mengirim pesan kepada saya "Sudah biasa, bahkan itu suatu keharusan untuk seorang model runway. Sakit?. Yah memang sakit. Tapi ini resiko pekerjaan saya. Tidak lepas dari heels kekecilan saja, bahkan alas kaki yang kebesaran-pun terkadang juga harus dijalani demi hasil yang sempurna" terangnya ketika itu.
Dan ketika itu saya berpikir sempat tertipu dengan wajah anggun Freja Beha Erichsen dikala berlaga dirunway. Dibalik wajahnya yang kuat ternyata saya tak tahu bahwa sebenarnya dia menahan sakitnya Stiletto yang mungkin kebesaran atau malah kebesaran itu hanya demi hasil yang memuaskan untuk dirinya dan untuk rumah mode yang dijalaninya.
How hard your problem, just tryin' to keep strong..
Selama kita masih bisa bernafas, kita akan masih menghadapi berbagai masalah tentang hidup. Seberat apapun itu, seringan apapun itu ternyata kita harus berusaha kuat untuk menghadapinya. Memang susah untuk tampak atau bahkan terlihat kuat. Tapi setidaknya kita bisa mencobanya untuk kebaikan kita sendiri. Mungkin hanya bisa mengandalkan Tuhan, dan selanjutnya hanya kita sendiri yang bisa menghadapi itu semua.
How loose Agyness Deyn ankle botts, she always keep tryin' strong on the runway.
Banyak hal yang bisa menjadikan diri kita menjadi kuat. Dan itu mungkin susah untuk menghadapinya.
Saya sendiri cuman bisa menyerahkan ke Tuhan kalau sudah dalam fase seperti ini. Karena dia yang merancang saya, dan hanya dia yang tahu filosofi apa dibalik penciptaan saya. Yang terpenting mungkin hanya berusaha kuat, berusaha lebih baik, sampai acara runway kita selesai pada waktunya.

Selasa, 19 Oktober 2010

Dior, from Christian Dior to John Galliano..Everybody Changing Damn Fastly..

Paris, sebagai ibukota fashion sungguh banyak sekali menyuguhkan desainer-desainer berbakat dengan karya-karyanya yang spektakuler. Dior, yang memiliki desain adibusana (haute couture) yang memukau. Walaupun sempat mengalami beberapa pergantian desainer ternyata masih saja memiliki pelanggan yang cukup besar seperti besarnya monumen Lady Dior Bag-nya yang baru-baru ini dibuat di butik barunya di China. Berawal dari Christian Dior, dilanjutkan dengan Yves Saint Laurent, Marc Bohan, Gianfranco Ferré, dan terakhir (sampai saat ini) di pegang oleh si eksentrik John Galliano. Entah karena faktor akulturasi atau inkulturasi jika dalam mata kuliah Sosiologi Seni saya, perubahan-perubahan yang dialami rumah label itu memang terjadi (mungkin dengan cepatnya), tapi tanpa meninggalkan ciri khasnya dari awal. Malahan dari perubahan-perubahan itu muncul ide-ide dan variasi-variasi baru dalam perjalanan kesuksesan rumah label itu sendiri.

Saya jadi ingat ketika dosen di kampus saya berkata "manusia itu bisa berubah kapan saja, entah minggu ini dia seperti ini, minggu depan bisa saja dia tidak seperti minggu sebelumnya". Yah..manusia-pun bisa berubah dengan cepatnya. Entah itu dari faktor akulturasi ataupun inkulturasi (yang masih saya ambil dari mata kuliah saya yang sama) yang mereka hadapi. Bisa saja dari proses perubahan yang mereka alami, muncul sedikit banyak sisi lain dari diri kita masing-masing. Tapi yang pasti bukankah kita berubah agar menjadi lebih baik ?.

Parfume, menswear, womenswear, glasses, haute couture..sisi lain dari Dior di perkembangannya dalam perubahan-perubahan yang dialaminya.

Dan saat ini, saya sudah tak perlu kaget apalagi takjub ketika melihat orang-orang disekitar saya menjadi berbeda tiap harinya. Dan mereka juga tak perlu melakukan hal yang sama ketika melihat saya seperti itu juga. Karena saya bernafas di dunia ini, dan bukankah manusia itu bisa berubah dengan begitu sangat cepatnya ?.

When I thought, if used Manolo Blahnik would be thrown away just like that..

Postingan saya kali ini mungkin sedikit banyak,kurang lebih mengajak anda untuk berimajinasi. Bayangkan anda seorang wanita, yang rela membelanjakan berupiah-rupiah jerih payah anda bekerja, untuk mendapatkan si seksi manolo blahnik untuk kaki jenjangnya. Dan ketika si desainer merilis rilisan baru Manolo-nya, akankah anda rela membuang Manolo lama anda sementara disisi lain anda sedang memegang rilisan terbaru Manolo Blahnik ?.
Ketika itu, posisi saya masih sebagai creative graphic designer suatu acara film festival di kota asal saya, Surabaya. Ini tahun ketiga saya membantu media promosi acara tersebut. Awalnya, di persiapan-persiapan sebelum acara si ketua panitia menghubungi saya, menawari apakah saya masih mau membantunya?, Mungkin karena dia tahu saya disini sudah ada pekerjaan lain jadi dia menanyakan kesanggupan saya untuk mau membantu lagi atau tidak. Dan sayapun menyanggupinya karena ikut serta dalam acara ini, saya rasa sungguh menyenangkan, sedikit kurang banyak mengetahui orang-orang dibalik layar perfilman indonesia.
Dan sampai dihari-hari berlangsungnya acara, beliau tak kunjung memberi kabar. Saya pikir, oh ya sudah mungkin beliau sudah membuang saya begitu saja. Tetapi ternyata..oh ternyata..si panitia acara itu menghubungi saya ketika acara penutupan akan berlangsung. Menyayangkan keberadaan saya atas tak bisa hadirnya saya di acara tahun ini (dan acara penutupan itu sendiri). Dirinya berbicara panjang lebar tentang beberapa hari selama acara berlangsung ketika saya bertanya bagaimana selama beberapa hari acara berlangsung. Dan lagi lagi karena beliau tahu kalo saya sudah ada pekerjaan lain disini dan karena banyaknya masalah akan acara ini, menjadi alasan beliau untuk tak memberi kabar kepada saya.

Rahasia hidup yang saya pelajari lagi dan masih saya coba untuk bisa melakukannya..
Jangan terburu-buru untuk berpikir negatif tanpa mengetahui sebab-sebabnya, dan jadikan diri anda "bermanfaat" bagi orang lain sesuai kemampuan anda.
Saya mungkin merasa seperti si sexy Manolo Blahnik. Dan mungkin anda bisa saja seperti Jimmy Choo, Stuart Weitzman, Christian Louboutin, Tod's dan sepatu-sepatu lain yang sayang untuk dibuang karena ke"rare-item"an-nya.
‎​✗0✗0

Senin, 18 Oktober 2010

Where's my Vivienne Westwood??..I'll try to find it with BESTIE..

Ketika orang bertanya pada saya "Siapa desainer favorit anda ?". Saya tidak akan segan-segan menjawab Vivienne Westwood favorit saya. Saya tertarik dengan ide-ide perancangannya yang cukup unik. Memadukan ke"glamor"an dunia fashion dengan gaya jalanan di era Sex Pistol berjaya ditambah dengan tren saat ini.

Konteks perasaan saya tentang Vivienne Westwood mungkin bisa diartikan kurang lebih sama seperti perasaan saya tentang postingan saya tentang "membeli" tas monogram louis vuitton.

Saya ingin sedikit bersenang-senang, sejenak melupakan semua yang sudah saya hadapi akhir-akhir ini.

Sahabat..yah untungnya saya masih punya mereka ketika keadaan saya seperti ini. Terlepas dari seperti apa mereka kepada saya, seperti apa mimpi-mimpi mereka, seperti apa cara mereka memandang hidup..tapi saya masih menyayangi mereka.

Ketika kedua sahabat saya, Udja dan Adit sudah rela berkunjung untuk main ke Jogja mengunjungi saya dan sahabat saya yang lain, Ratih. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk sedikit bersenang-senang dengan mereka. Yah..mereka membantu saya "mencari vivienne westwood" saya..

Sahabat..
Mungkin tempat mengadu selain Tuhan..
Mungkin tempat kasih sayang abadi selain Orang tua..
Mungkin tempat mengenal dirimu selain dirimu sendiri..
Mungkin tempat pelarian yang tepat dikala cinta pergi..
Mungkin tempat dimana membantu kita mencari "label" kesayangan kita..

Thank you so much to Allah..My Parents..Myself..Bestie..Beach..Babay's House..Oppa Hyundai..Mba' Esti..and Cheers..

Sepenggal rahasia kehidupan yang saya pelajari lagi..

‎​✗0✗0

Minggu, 17 Oktober 2010

Batik Natural...and That's Natural Life

Batik the fabulous garment in Indonesia..
Ketika itu saya mengunjungi sebuah tempat pembuatan batik di seputaran kota Jogja milik teman dari teman saya, Ratih. Sebenarnya kedatangan kami kemari belum terencana sebelumnya, mumpung dua teman saya dari Surabaya, Udja dan Adit sedang berlibur ke Jogja dan saya menyempatkan sedikit "untuk mencari vivienne westwood saya bersama mereka". Udja, yang sempat desperate dengan jurusan kuliahnya dan mencintai fashion saya seakan-akan ingin memadukan keduanya untuk mengatasi ke"desperate"an-nya itu. Yah..kedatangan kami kemari untuk menemani dia survei tempat pembuatan batik ini untuk mata kuliah seminar di semester-semester tingkat atasnya.
"Batik yang saya buat memakai warna dari alam. Karena itu saya menamainya Batik Natural" terang si Pemilik menutup penjelesannya menjelaskan tentang butik batik yang dikelolanya.
Batik natural ini benar-benar sangat beda. Karena mengambil warna dari alam secara langsung (seperti daun, potongan kulit kayu, dedaunan busuk, kulit buah dan sebagainya). Sangat berbeda dengan Batik sintesis pada umumnya. Warna yang dihasilkannyapun juga benar-benar pas. Tidak terlalu menyala dan tidak terlalu gelap. Memang prosesnya lebih sulit,tapi hasil yang didapatkan setimpal dengan itu semua.
Saya jadi sempat berpikir ketika hidup itu dijalani dengan natural. Dosen saya pernah berkata "hidup itu akan lebih bisa dinikmati ketika semuanya berjalan secara natural". Apakah benar-benar seperti itu ?.
Mungkin prosesnya memang susah seperti pembuatan batik natural itu, tapi hasil yang di dapat mungkin juga akan setimpal dengan usaha yang kita dapat. Saya hanya bisa berkata "mungkin" karena sampai detik ini pun terkadang masih susah untuk hidup dengan natural ketika gejolak kawula muda saya masih menggebu-gebu.
Hidup dengan natural mungkin sepertinya juga bisa mengatasi di kala emosi kita sedang naik turun. Menstabilkan diri kita akan hal itu. Layaknya hasil warna yang dihasilkan batik itu, tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap sehingga menghasilkan komposisi warna yang pas.
Life..masih menyimpan banyak sekali rahasia-rahasia yang dimilikinya...
‎​✗0✗0