CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 19 Oktober 2010

When I thought, if used Manolo Blahnik would be thrown away just like that..

Postingan saya kali ini mungkin sedikit banyak,kurang lebih mengajak anda untuk berimajinasi. Bayangkan anda seorang wanita, yang rela membelanjakan berupiah-rupiah jerih payah anda bekerja, untuk mendapatkan si seksi manolo blahnik untuk kaki jenjangnya. Dan ketika si desainer merilis rilisan baru Manolo-nya, akankah anda rela membuang Manolo lama anda sementara disisi lain anda sedang memegang rilisan terbaru Manolo Blahnik ?.
Ketika itu, posisi saya masih sebagai creative graphic designer suatu acara film festival di kota asal saya, Surabaya. Ini tahun ketiga saya membantu media promosi acara tersebut. Awalnya, di persiapan-persiapan sebelum acara si ketua panitia menghubungi saya, menawari apakah saya masih mau membantunya?, Mungkin karena dia tahu saya disini sudah ada pekerjaan lain jadi dia menanyakan kesanggupan saya untuk mau membantu lagi atau tidak. Dan sayapun menyanggupinya karena ikut serta dalam acara ini, saya rasa sungguh menyenangkan, sedikit kurang banyak mengetahui orang-orang dibalik layar perfilman indonesia.
Dan sampai dihari-hari berlangsungnya acara, beliau tak kunjung memberi kabar. Saya pikir, oh ya sudah mungkin beliau sudah membuang saya begitu saja. Tetapi ternyata..oh ternyata..si panitia acara itu menghubungi saya ketika acara penutupan akan berlangsung. Menyayangkan keberadaan saya atas tak bisa hadirnya saya di acara tahun ini (dan acara penutupan itu sendiri). Dirinya berbicara panjang lebar tentang beberapa hari selama acara berlangsung ketika saya bertanya bagaimana selama beberapa hari acara berlangsung. Dan lagi lagi karena beliau tahu kalo saya sudah ada pekerjaan lain disini dan karena banyaknya masalah akan acara ini, menjadi alasan beliau untuk tak memberi kabar kepada saya.

Rahasia hidup yang saya pelajari lagi dan masih saya coba untuk bisa melakukannya..
Jangan terburu-buru untuk berpikir negatif tanpa mengetahui sebab-sebabnya, dan jadikan diri anda "bermanfaat" bagi orang lain sesuai kemampuan anda.
Saya mungkin merasa seperti si sexy Manolo Blahnik. Dan mungkin anda bisa saja seperti Jimmy Choo, Stuart Weitzman, Christian Louboutin, Tod's dan sepatu-sepatu lain yang sayang untuk dibuang karena ke"rare-item"an-nya.
‎​✗0✗0

Senin, 18 Oktober 2010

Where's my Vivienne Westwood??..I'll try to find it with BESTIE..

Ketika orang bertanya pada saya "Siapa desainer favorit anda ?". Saya tidak akan segan-segan menjawab Vivienne Westwood favorit saya. Saya tertarik dengan ide-ide perancangannya yang cukup unik. Memadukan ke"glamor"an dunia fashion dengan gaya jalanan di era Sex Pistol berjaya ditambah dengan tren saat ini.

Konteks perasaan saya tentang Vivienne Westwood mungkin bisa diartikan kurang lebih sama seperti perasaan saya tentang postingan saya tentang "membeli" tas monogram louis vuitton.

Saya ingin sedikit bersenang-senang, sejenak melupakan semua yang sudah saya hadapi akhir-akhir ini.

Sahabat..yah untungnya saya masih punya mereka ketika keadaan saya seperti ini. Terlepas dari seperti apa mereka kepada saya, seperti apa mimpi-mimpi mereka, seperti apa cara mereka memandang hidup..tapi saya masih menyayangi mereka.

Ketika kedua sahabat saya, Udja dan Adit sudah rela berkunjung untuk main ke Jogja mengunjungi saya dan sahabat saya yang lain, Ratih. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk sedikit bersenang-senang dengan mereka. Yah..mereka membantu saya "mencari vivienne westwood" saya..

Sahabat..
Mungkin tempat mengadu selain Tuhan..
Mungkin tempat kasih sayang abadi selain Orang tua..
Mungkin tempat mengenal dirimu selain dirimu sendiri..
Mungkin tempat pelarian yang tepat dikala cinta pergi..
Mungkin tempat dimana membantu kita mencari "label" kesayangan kita..

Thank you so much to Allah..My Parents..Myself..Bestie..Beach..Babay's House..Oppa Hyundai..Mba' Esti..and Cheers..

Sepenggal rahasia kehidupan yang saya pelajari lagi..

‎​✗0✗0

Minggu, 17 Oktober 2010

Batik Natural...and That's Natural Life

Batik the fabulous garment in Indonesia..
Ketika itu saya mengunjungi sebuah tempat pembuatan batik di seputaran kota Jogja milik teman dari teman saya, Ratih. Sebenarnya kedatangan kami kemari belum terencana sebelumnya, mumpung dua teman saya dari Surabaya, Udja dan Adit sedang berlibur ke Jogja dan saya menyempatkan sedikit "untuk mencari vivienne westwood saya bersama mereka". Udja, yang sempat desperate dengan jurusan kuliahnya dan mencintai fashion saya seakan-akan ingin memadukan keduanya untuk mengatasi ke"desperate"an-nya itu. Yah..kedatangan kami kemari untuk menemani dia survei tempat pembuatan batik ini untuk mata kuliah seminar di semester-semester tingkat atasnya.
"Batik yang saya buat memakai warna dari alam. Karena itu saya menamainya Batik Natural" terang si Pemilik menutup penjelesannya menjelaskan tentang butik batik yang dikelolanya.
Batik natural ini benar-benar sangat beda. Karena mengambil warna dari alam secara langsung (seperti daun, potongan kulit kayu, dedaunan busuk, kulit buah dan sebagainya). Sangat berbeda dengan Batik sintesis pada umumnya. Warna yang dihasilkannyapun juga benar-benar pas. Tidak terlalu menyala dan tidak terlalu gelap. Memang prosesnya lebih sulit,tapi hasil yang didapatkan setimpal dengan itu semua.
Saya jadi sempat berpikir ketika hidup itu dijalani dengan natural. Dosen saya pernah berkata "hidup itu akan lebih bisa dinikmati ketika semuanya berjalan secara natural". Apakah benar-benar seperti itu ?.
Mungkin prosesnya memang susah seperti pembuatan batik natural itu, tapi hasil yang di dapat mungkin juga akan setimpal dengan usaha yang kita dapat. Saya hanya bisa berkata "mungkin" karena sampai detik ini pun terkadang masih susah untuk hidup dengan natural ketika gejolak kawula muda saya masih menggebu-gebu.
Hidup dengan natural mungkin sepertinya juga bisa mengatasi di kala emosi kita sedang naik turun. Menstabilkan diri kita akan hal itu. Layaknya hasil warna yang dihasilkan batik itu, tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap sehingga menghasilkan komposisi warna yang pas.
Life..masih menyimpan banyak sekali rahasia-rahasia yang dimilikinya...
‎​✗0✗0

Kamis, 14 Oktober 2010

Si Mesin Faksimili dan "GEE-VON-CHEE"

Lupakan sementara sms,atau e-mail,apalagi blackberry mesengger dan instant mesennger lainnya. Hari ini saya bertemu dengan si mesin faksimili. Sudah bukan hal yang tabu juga khan mesin (yang juga) hasil teknologi ini?..
Di tempat saya bekerja part-time,yang membuat saya harus berkenalan secara intim dengan beliau (si mesin faksimili). Sebelumnya saya cuman mendengar namanya saja dan...oh yaa sepertinya saya akan jarang (tak pernah malah) untuk menggunakan mesin ini,kalau teknologi praktis lainnya bisa lebih mempermudahnya..
Tetapi..ketika ciptaan Tuhan saja punya kekurangan,apalagi ciptaan seorang manusia (yang ciptaan Tuhan). Semua punya kelebihan dan kekurangannya..
Saya baru pertama kali menggunakan jasa faksimili (benar-benar saya yang memencet tombol dan memasukkan kertas di mesinnya) hari itu. Dimana boss saya menyuruh saya mengirim surat pesanan buku ke salah satu supplier buku itu diproduksi. Dann..oh oh oh saya kebingungan bagaimana caranya..
Tapi karena saya memiliki teman-teman yang baik di tempat saya bekerja part-time, mereka mau menuntun saya bagaimana caranya mengirim faksimili yang sebelumnya saya tak tahu mengoperasikannya. Thank you guys :)
Saya cukup menyukai mengikuti perkembangan dunia fashion lewat sebuah majalah yang kebanyakan kiblatnya dari bahasa prancis, tentu banyak sekali kata-kata yang pengucapannya berbeda dengan yang dituliskan bukan?.
Ketika itu saya sedang asyik dengan Harper's Bazaar ditangan saya. Dan dengan penuh percaya diri saya mengatakan "Givenchy" pada sebuah iklan komersial parfum di salah satu halamannya. Dan dengan seketika sahabat saya yang duduk bersebrangan dengan saya bilang "GEE-VON-CHEE". oh ok..saya salah sebut nama merk luxurious good dari perancis itu. Dan Tyra Banks, sang mantan modelpun sepertinya meng-iya-kan pengucapan givenchy teman saya, saat salah satu kontestan America's Next Top Model-nya salah pengucapan seperti saya haha..
Selama 21 tahun saya berkembang,ternyata banyak sekali hal-hal baru dan pertama kali saya alami selama saya menuntut ilmu di kota ini. Dan sebenarnya ternyata kita sedikit lebih butuh kemampuan orang lain untuk mengenal hal-hal baru itu (terlepas dari egoisme kita masing-masing yang ingin mengetahuinya sendiri).
Dan..bukankah wajar jika kita melakukan kesalahan (entah itu fatal atau tak fatal) atas hal-hal baru yang baru pertama kali kita alami itu ?. Setidaknya, saya mau mencoba untuk lebih mengerti hal-hal baru yang baru pertama kali saya alami tersebut (yahh bukan hanya sekedar tentang si mesin faksimili dan "GEE-VON-CHEE" tentunya), agar kelak tak mengulangi kesalahan tersebut lagi dan lagi.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

When You Can't Share Your Fabulous Louis Vuitton Monogram Bags to Someone (again) Anymore..

Ketika saya pertama kali melihat fotografi fashion spread ini tak tahu kenapa saya bisa tertarik begitu saja. Yah..terlepas dari saya pecinta fashion photography dan... Terlepas dari saya pecinta serial Sex and the City..

Mungkin ini saat bekerjanya otak saya atas sebagian dari ilmu yang diberikan dosen saya di kampus di mata kuliah tinjauan dkv dan kritik dkv (yah saya mahasiswa desain komunikasi visual). Dimana di setiap media komunikasi visual itu secara tidak langsung berkomunikasi dengan kita saat kita sadar maupun tidak sadar.

Yang menarik perhatian saya dari fotografi itu adalah banyaknya tas monogram louis vuitton yang dibawa big,sementara si carry berdiri sendiri dengan anggun tanpa beban disampingnya (ini terlepas dari khaidah bahwa lelaki harus mau berkorban kepada wanita yah :).

Saya sangat mengidam-idamkan suatu saat bisa membali salah satu luxurious item dengan dompet saya sendiri,dan tak bisa saya bayangkan betapa bahagianya saya kalau impian saya itu terwujud..

Tapi yang patut disayangkan,sebenarnya saya ingin membagi kebahagiaan saya itu (saat impian saya itu terwujud) dengan seseorang. Tapi yah..dengan siapa yah seseorang itu..

Dan ketika saya menemukan seseorang itu (ketika kita sudah berjalan lama,seperti lamanya hubungan yang dijalin big dan carrie di gambar itu),tetapi dia hanya berdiri anggun seperti carrie di karya fotografi..

Masih bisakah saya berbagi kebahagiaan dengannya ??..

Masih bisakah saya berbagi tas Louis Vuitton Monogram dengannya?..

The another things should I learn to know about life...

X.O.X.O

Rabu, 13 Oktober 2010

The third year JOGJA...

Ketika itu saya hanya membayangkan bagaimana hidup sendiri jauh dari orangtua..
Ketika itu saya mencoba hidup baru saya dengan jurusan kuliah yang benar-benar saya idamkan..
Ketika itu saya belum terbayang untuk belajar memaknai hidup..
Yah..ketika itu saya masih benar-benar hanya seorang lelaki kanak-kanak..
Dan itu semua sudah berjalan selama 36 bulan,kurang lebih 1080 hari,dan jika disederhanakan ke bilangan yang lebih kecil,semuanya sudah berjalan selama 3 tahun.
Disini..di jogja..
Sudah teramat banyak sekali hal indah dan tak indah saya jalani disini..
Mulai dari masalah yang "wajar" dari anak kos,yaitu masalah finansial.Masalah pertemanan di kampus yang kembang kempis.Masalah percintaan yang..yahh the most I ever had lah..
Oh iya..di tahun ketiga ini saya juga menjumpai masalah baru (entah itu terlepas dari indah tak indah yang semestinya).Saya sudah mulai bisa menghasilkan "si merah bergambar presiden pertama indonesia" (lagi) dan saya sangat bersyukur kepada Allah, karir saya (yah banyak orang menamainya itu) dengan cepatnya melesat naik..teramat sangat bersyukur tentunya,walaupun hasil yang didapat tetap sama saja..tetapi bukankah kita harus mensyukuri apa yang kita dapat bukan?..
Cinta saya hilang (begitu saja)..
Bahkan lebih baik saya mendapat banyak tugas kuliah yang seabrek daripada harus menghadapi masalah ini..
Ketika semua gejolak kawula muda saya naik turun (halah)..saya akhirnya memutuskan untuk mencoba memaknai semuanya (sampai tulisan ini saya tulispun,saya masih mencoba untuk itu)..dan alhamdulilllllaahhh saya jadi ingat dan kembali kepada Allah lagi yang sebelumnya hilang karena gejolak kawula muda itu (semua orang mengalaminya bukan?)..
Yahh..mungkin tahun ini saatnya saya untuk berusaha lebih baik lagi..
Seperti kata teman-teman saya... "Ayo..move on..move on..."
Terima kasih buat kedua teman saya,yang biasa saya panggil ratih dan udja untuk selalu mengingatkan saya akan hal itu..
Atas semua hal yang terjadi,saya jadi ingat dengan lirik lagu penyanyi negeri sakura kesayangan saya,yang sudah lama tidak saya dengar >.<..
道に迷った時そして
道が遠すぎた時に
ひとりつぶやいていたよ
そんなものだと...
Michi ni mayotta toki soshite
Michi ga toosugita toki ni
Hitori tsubuyaite ita yo
Sonna mono da to...
When I stray from the path, and
When the path is too long,
I was muttering to myself.
That's the way life is...
Yahh..hanya cukup dimaknai semuanya..dan berusaha lebih baik..dan mensyukuri apa yang sudah ada lebih dulu..
X.O.X.O

Selasa, 12 Oktober 2010

L.O.V.E

Apakah seperti memakai manolo yang kekecilan ?..

Apakah seperti membeli tas louis vuitton yang selama ini kau idam-idamkan ?..

Apakah akan membuat kita merasa seperti dirumah ?..

Saya seperti tidak pernah menyadarinya selama 21 tahun berkembang, mungkin terlalu naif. Karena orang-orang terdekat saya selalu bilang kalau secara tidak sadar kita menemuinya bahkan merasakannya..