CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 12 Januari 2011

i (huge) heart Plato's Atlantis...



i love this Alexander Mcqueen Spring/Summer 2010 Collection...
i love the Experimental...
i love the out of the mainstream idea...
i love the controversial...
and (maybe) i love the GaGa(Licious)...
and also (maybe) i love the little illuminati "power" :P....



And then.....
i'm very very fallin' love with the ARMADILLO....


Selasa, 11 Januari 2011

The Haute Couture "Fuschia", The Dora "Blue" Emon, Sex and the "Purple", The Virginity "White Grey", The Queen of "Turqoise"... The Colors of Music and Song


"Music expresses that which cannot be said and on which it is impossible to be silent.Victor Hugo"
Terkadang memang keberadaan suatu susunan not balok yang kemudian dipadukan dan dimainkan sehingga menghasilkan musik, tidak bisa dipungkiri tidak bisa lepas dari kehidupan kita. Apalagi jika ditambah dengan susunan huruf yang akhirnya bisa dilafalkan sehingga terciptalah suatu lagu.

Yah, lagu..
Sedikit mencerna quote diatas.Terkadang sebuah lagu bisa menggambarkan perasaan kita yang tak bisa dikatakan (yang tak ingin dikatakan). Atau mungkin bisa dikatakan penggambaran simbolisasi dari sebuah perasaan yang dirasa.

Beberapa hari yang lalu, Saya sempat iseng-iseng membuat CD Kompilasi bersama ke-empat Sahabat saya, Udja,Ratih,Rani,dan Adit. Saya meminta mereka menuliskan 26 list lagu favorit mereka. Setelah lengkap terkumpul 104 lagu dari mereka. Saya membaca-nya, sedikit membayangkan wajah mereka satu persatu. Dan dengan hanya melihat list mereka saya seperti melihat perasaan mereka (yang mungkin cukup saya ketahui dari curhatan-curhatan mereka kepada saya) dituangkan dalam barisan lagu yang mereka tulis. Yah, saya memang bukan seorang peramal atau apalah itu yang bisa melihat apapun hanya dari tulisan tangan saja.Tapi entah mungkin kekuatan tersendiri dari sebuah lagu kali, yah :)

Playlist-playlist mereka membuat mereka seolah-olah berdiri dihadapan saya ketika saya memutar CD itu. Saya seperti melihat versi Hologram transparan Udja, yang pasrah,sabar,dan ikhlas atas apa yang memang yang seharusnya terjadi dengan Cinta didunianya. Saya bisa melihat versi Hologram transparan Ratih dan Rani (dan mungkin saya sendiri), yang berusaha untuk ber-moving on, mengatasi "broken heart" dengan tuntas. Dan juga saya bisa melihat si Adit, yang menginginkan ketenangan duduk disebuah tempat yang tenang sembari meminum teh,jauh dari gemerlap dunia malam yang ingin sedikit ditiggalkan-nya.Yah, mungkin bisa sedikit menemani saya ketika sedang sendiri walaupun hanya dengan versi Hologram dan transparan dari Mereka.

Friends is a Friends
Bestie is a Bestie
Love is a Love
Life is a Life
Love you so muchn Guys.

Minggu, 09 Januari 2011

a Little..


In a cold night on a little terrible sunday
With the little bestie,
a Little cup of Latte and a little cigarette.


Sitting on the little coffee shop
Bought a little body
a little emptiness of mind (maybe a hearts too)


Oh,my big God
Why i miss my little hero :(
Why i miss my little old oxford shoes :(
Why i act like a little Julian Kaye :(
....
..
.

Rabu, 05 Januari 2011

Just Like Water Poured My Mind with... GLEE

Baru-baru ini saya cukup tergoda dengan satu judul serial TV Amerika. Yah, awalnya ketika saya sedang iseng-iseng ingin membuat suatu CD Kompilasi bersama lima sahabat-sahabat saya. Ketika itu saya meminta masing-masing dari mereka menuliskan 26 lagu favorit mereka yang ingin dimasukkan di CD Kompilasi itu.

Dan...

Pikiran saya sedikit bertanya penasaran. Karena apa ?.
Karena di list lagu favorit mereka banyak sekali saya jumpai susunan huruf yang membentuk suatu kata "GLEE". Tentunya sudah tidak asing lagi bukan dengan serial TV ini. Sudah cukup sedikit menempel di pikiran tentunya.

Hmm..awalnya saya cukup memandang sebelah mata serial TV ini. Yah..pada awalnya juga saya hanya menanggapi "Halah..mungkin juga bakal kaya' serial-serial TV Drama Musikal yang sebelumnya. Cuman segerombolan anak SMA yang dengan suara pas-pasan tergabung dalam suatu grup musikal di sekolahnya. Menyanyi sambil menari". Tetapi lambat laun (karena list lagu sahabat-sahabat saya itu juga sebenarnya) saya cukup penasaran dengan serial TV ini. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menonton-nya.

Dan...
Di episode awal sebenarnya biasa saja. Yah, masih terkesan seperti serial drama musikal yang sebelumnya. Menyanyi dan menari, dan oh ada nilai plus pada suara mereka.

Tetapi ada satu hal yang membuat saya ingin selalu dan selalu mengikuti tiap episode-nya. Yaitu serial TV ini begitu apik meng"cover" atau mendaur ulang lagu-lagu yang sudah dirilis sebelumnya oleh penyanyi aslinya, yang kemudian dituangkan kembali di serial TV-nya ini. Pastinya hal itu bukan untuk berusaha menutupi kualitas ceritanya. Karena dari segi cerita bisa dibilang cukup menghibur, apa ada-nya, memang ada bagian-bagian tertentu yang sedikit tidak masuk akal tapi bisa dibayar karena bisa mengocok perut, dan tentunya sangat khas "Anak SMA Amerika banget".

Hehe..
Mungkin saya tidak akan menceritakan sedikit spoiler tentang jalan ceritanya. Melihat langsung ternyata lebih menarik daripada hanya membayangkan cerita dari orang lain :).

Dan dengan sekejap itu juga saya mulai mencintai serial ini....




Cukup menghibur, Cukup membuat kangen dan ingin mendengar lagu lama yang dinyanyikan kembali, Cukup mengajarkan hidup untuk meraih mimpi. Dan... cukup membuat ingin kembali ke bangku SMA.

Lupakan skandal cinta yang rumit dan rutinitas para sosialita seperti serial TV Gossip Girl...



Lepaskan fashion item mewah dan segudang permasalahan cinta seperti serial TV Sex & The City...



Duduklah santai di depan sofa nyaman anda. Nikmatilah sedikit air yang menyirami pikiran Anda yang lelah karena rutinitas harian. Nikmati penampilan teatrikal yang menghibur dari Glee Club :)

Senin, 03 Januari 2011

Last or Nothing



Surabaya, 31 Desember 2010

Yah, memang bukan di Jogja wahai sang mantan.


Dini hari ini. Disaat waktu hidup untuk tahun 2010 sudah berakhir. Dini hari ini, aku banyak melihat letupan keras kembang api di atas awan gelap. Tidak hanya satu kembang api, banyak kembang api yang bisa kulihat dengan jelas. Warna-nya cukup beragam. Terbesit di pikiranku, tahun ini banyak sekali kejadian-kejadian yang beragam pula yang kauberikan. Entah itu senang, entah itu sedih.


Hampir sekali kita beranjak di usia 2 tahun hubungan kita. Tapi itu semua harus berakhir ketika tahun 2010 menyisakan 4 bulan terakhirnya.


Apakah aku susah menerimanya ?.
Pada awalnya teramat susah sekali. Namun karena segala sesuatu memiliki proses, awal yang susah-pun kini menghasilkan kesanggupan-ku untuk menerima semuanya.


Apakah aku ikhlas ?.
Pada awalnya aku teramat sangat tidak ikhlas. Seakan-akan hanya dirimu yang ada dunia ini sehingga membuatku lemah. Dan namun karena ini merupakan suatu proses. Awal yang susah-pun kini dapat menghasilkan keikhlasan juga.


Manusia cepat berubah yah, Sang Mantan. Tidak hanya kau. Dan tidak hanya aku. Aku menjadi sangat mudah untuk menerima dan mengikhlas-kan semua-nya.


Sepintas memang sering kujumpai siluet transparan dirimu di dalam otak-ku. Tapi sepintas itu juga aku mati-matian menghapus semua itu. Segala-nya memang susah buatku pada awal-nya.


Dan..
Bukankah kau tidak cukup mudah juga menghapus kebimbangan pada dirimu saat ini, Sang Mantan ?


Di dini hari ini. Aku hanya melihat awan hitam pekat di langit. Cukup menyedihkan. Tapi untung-nya para kembang api bergantian meletup diatas langit. Mereka tak pernah secara bersamaan untuk meletup.


Dan dipikiranku terbesit lagi,
Ini kah yang kau ingin-kan, atau mungkin yang aku inginkan, dan atau kemungkinan yang lain adalah yang hubungan kita inginkan ?. Aku tak pernah menyalahkan dirimu, atau mungkin menyalahkan diriku sendiri, dan atau mungkin juga menyalahkan hubungan kita.


Ketika kita saling berjalan sendiri-sendiri menghadapi kehidupan masing-masing. Tanpa tau lagi bagaimana kau disana dan aku disini. Dan...
Hanya sebuah barisan kata-kata di Blackberry Mesengger yang menyusun kalimat..


"Terima Kasih sudah hadir dihidupku"
Yang hanya kubalas dengan ucapan "sama-sama, yah"


Sepertinya sudah cukup yah, Sang Mantan ?. Ataukah memang sudah cukup hanya begitu saja ?.
Oh, Maaf. Aku mulai terkesan ingin dikasihani lagi. Tapi bukan-kah kau hanya luluh dengan orang yang dikasihani ?. Sebagaimana sifat pahlawan-mu yang lebih tepat bila kusebut "Pahlawan Kesiangan" ?.
Tapi maaf, Sang Mantan. Aku sudah bukan tokoh lelaki kecil yang ditolong oleh pahlawan-nya lagi. Karena aku ternyata bisa menolong diri-ku sendiri dari semua hal (yang katamu) realita hidup ini. Jujur aku masih bingung melihat hidup dari kacamata minus-mu. Dan aku merasa lebih baik melihat itu semua dengan kacamata minus dengan frame super tebal milikku sendiri.


Aku sangat yakin sekali, dalam otak-mu masih tertanam bahwa Aku selalu menyalahkan-mu atas semua hal ini ?.
Aku mungkin hanya akan terdiam. Bermain-mainlah dengan puas di area bermain pikiran-mu sendiri, Sang Mantan. Karena kau sepertinya lebih asyik bermain-main di pikiran-mu sendiri. Sudah cukup-lah. Sudah cukup bermain salah menyalahkan. Ini salah kita berdua. Ini salah egoisme kita berdua. Semua memang bisa diperbaiki. Tapi karena kau benar-benar tak yakin akan hal itu. Aku hanya berkata "TERSERAH" dengan pasrah dalam hati.


Kau pernah bilang selama ini, dibalik hubungan kita. Kau ingin membelajari-ku sebuah kemandiri-an dan kedewasaan. Terkesan memaksa memang apa yang kau lakukan. Semuanya sama persis menurut apa yang kacamata-mu lihat. Sampai-sampai kau lupa kalau aku punya hidup sendiri yang menurutmu salah. Tapi selamat, pembelajaran-mu cukup bereaksi padaku sekarang. Tetapi maaf, semua ini aku jalani sesuai apa yang aku mau.


Mungkin aku sudah bisa mandiri. Mungkin aku sudah bisa menjadi dewasa. Mungkin aku akan memperlakukan cinta dengan sangat kejam. Karena ini memang ke"move on"an yang aku jalani. Dan mungkin bisa membuat aku senang.


Terkesan aneh kah ?. Yah, memang. Teman-temanku juga berkata seperti itu. Karena hubungan kita sudah melawan mainstream. Dan tidak ada salah-nya khan aku mencoba cara untuk Moving On dengan cara yang melawan mainstream juga ?.


Satu yang kuingat lagi. Apakah kau masih akan menyalahkan prasangka ?. Apakah kau masih akan membiarkan orang menerka-nerka apa yang kau lakukan ?. Apa yang kau perbuat seolah-olah tak bisa melawan prasangka, Sang Mantan. Dan apa yang kau perbuat-pun tak bisa melawan terkaan orang atas apa yang kau lakukan.


Semoga kita sama baik-nya dimanapun kita berada, Yah. AKU MASIH TAK TAU LAGI BERBUAT APA.


Domou Arigatou Gozaimasu,

Minggu, 26 Desember 2010

Short Story "Burning Me, Freezing You"

Freija, seorang berambut panjang, berwarna merah. Warna mata-nya juga senada dengan warna mahkota-nya itu. Merah bagai api, karena memang dia seorang penyihir berelemen api. Tertancap bagai mati berdiri di ruang tamu berbentuk persegi dengan sofa usang dibelakangnya. Sementara meja kayu kecil dengan lampu meja klasik berdiri di atas meja kecil itu, terletak persis disebelah sofa usang. Perapian dengan api menyala yang sangat besar yang seharusnya tak perlu sebesar itu menyala jika hanya untuk menghangatkan badan di musim dingin seperti sekarang. Atau entah api itu sebagai penggambaran emosi-nya. Sementara itu wallpaper berwarna kusam yang menempel di dinding-nya sudah nampak tak bernyawa. Terkelupas seperti habis terbakar sesuatu.

Aquos, seorang berambut pendek. Sepintas model rambut-nya mirip bentuk kepala domba. Tapi karena mahkota-nya berwarna biru dingin. Nihil jika menyebutnya kepala domba. Kulit-nya putih dingin. Sedingin air dari kekuatan penyihir yang dimiliki-nya. Berdiri beberapa sentimeter jauh-nya berhadapan dengan si penyihir api.

Hening. Yang terdengar hanya suara potongan kayu yang berteriak karena kesakitan dibakar oleh api di perapian. Suara bergemuruh dingin dan salju lebat yang turun diluar juga mengisi keheningan di tengah persimpangan antara malam dan pagi.

"Apa lagi yang kau mau dari-ku ?"Freija memecah keheningan sementara itu. Wajahnya mulai merah menutupi warna cokelat yang dimilki-nya. Menatap lurus menuju lawan bicara-nya.

"Aku hanya ingin selalu bersamamu. Tapi bukan untuk selama-lamanya. Titik"

"Kalau memang bukan untuk selama-lamanya kenapa kau ingin selalu bersamaku?"

"Yah memang yang aku inginkan hanya seperti itu. Aku tak akan pernah tau apa yang terjadi nanti. Biarkan semuanya mengalir begitu saja"

"Huh. Kau memang benar-benar air, Os. Selalu saja membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Sampai-sampai kau lupa berpegang pada satu pegangan saat kau dialirkan pada arus yang deras. Sudah terlanjur menikmati arus-nya, sampai-sampai kau lupa akan jalan yang sebenarnya kau inginkan"Ucap Freija dengan nada mengejek.

"Dan kau memang seperti api, Frei. Selalu saja ingin membakar semua hal yang ingin kau bakar. Tanpa terkecuali aku"

"Seandainya kau mau mengerti, Os. Aku tak ingin membakar-mu. Aku hanya ingin membakar bagian dirimu yang lain yang menyebalkan itu"

"Huh..bagian diriku yang mana?"Aquos menimpali pertanyaan. Dia menoleh ke kanan kiri seolah mencari sosok lain yang dimaksud. "Aku cuman satu. Tak usah-lah kau mengada-ada tentang bagian lain dari-ku. Kalaupun ada bagian lain ada pada diriku. Mungkin hanya kau saja yang bisa melihat-nya. Karena diri-ku yang lain itu muncul karena ada perasaan sebal di dirimu sendiri"Intonasi suara-nya mulai naik. Urat di leher-nya mulai nampak.

Hening datang kembali. Batang-batang kayu di perapian semakin menjerit kesakitan. Suara gemuruh musim dingin diluar semakin bergemuruh mengamuk.

"Sudahlah. Percayalah padaku. Apakah susah ?"Aquos berucap dengan mengurangi Intonasi suara-nya yang semula naik. Seakan menyerah menundukkan kepala-nya.

"Kalau memang semuanya sudah jelas. Sepertinya sia-sia saja aku percaya padamu. Apakah masih berlaku penawaran percaya padaku dari-mu kalau sudah seperi ini, Os?"

"Ya..itu terserah kamu"Jawab Aquos sembari menggoyangkan bahu-nya keatas. Masih menunduk tapi menghadap ke arah yang lain.

"Apa lagi yang kau mau dari-ku, Os?"Freija ikut menundukkan kepala-nya. Sekujur tubuh-nya mulai berwarna merah.

"Tadi khan aku sudah bilang. Aku..."

"Aku masih ingin bersamamu. Aku masih mencintaimu. Aku masih ingin bla bla bla"Freija memotong perkataan Aquos. "Tapi apa?. Perbuatan-mu tak sedikitpun menggambarkan itu semua"Intonasi suara Freija mulai naik. Sekujur badan-nya merah menyala. Dan kemudian.....

BLAM..
..

Terdengar suara ledakan yang cukup keras. Dan seketika itu juga ada jajaran api berbaris membentuk lingkaran persis di bawah tempat Freija berdiri, mengelilingi tubuh-nya.

Aquos, mengangkat kepala-nya yang semula menunduk.

"Hei. Apa yang kau lakukan?. Selalu saja berbuat seperti itu"Dia mulai beranjak maju sedikit-demi sedikit dari tempat-nya semula.

"Cukup hanya berdiri disitu, Os. Jangan kau halangi lagi apa yang ingin kulakukan. Hargai semua yang ingin aku lakukan. Kalau itu mungkin bayaran yang ingin aku minta dari aku menghargai apa saja yang ingin kamu lakukan. Cukup berdiri disitu"

"Tapi ini beda, Frei"Aquos menghimpun tenaga. Dan seakan tak mau mengambil waktu lama dia segera berlari menuju tempat Freija berdiri. Dan..

BRAK

Tubuh Aquos terlempar ke lantai sebelum dia mulai menggapai tubuh Freija, Api mulai membakar bagian bawah celana hareem merah si penyihir api itu. Ada sebuah dinding tak terlihat yang melempar tubuh Aquos, dan dia menabrak-nya karena terlampau sangat tidak terlihat.

"Kenapa kau lakukan ini semua, Frei ?. Belum cukup-kah selama ini untuk menjadi bukti ?"Aquos berteriak. Intonasi suara-nya kembali naik. Masih terkapar di lantai. Air mata-nya mulai keluar.

"Aku sudah menyerah, Os. Aku lelah. Aku sudah tak tau lagi apa yang harus aku lakukan"Freija mengangkat kepalanya yang tertunduk. Mulai menangis juga. Api mulai menutupi setengah tubuh-nya. Rambut-nya terlihat benar-benar merah menyala.

Freija's Heart :
On the first page of our story..
The future seemed so bright..
Then this thing turned out so evil..
I don't know why I'm still surprised..
Even angels have their wicked schemes..
And you take that to new extremes..
But you'll always be my hero..
Even though you've lost your mind..

"Jangan pergi, Frei. Jangan tinggalkan aku"Dia mengangkat tangan-nya. Dan seketika aliran air dengan deras-nya keluar dari tangan-nya menuju ke arah Freija terbakar sedikit demi sedikitm Dia berharap air-nya bisa memadamkan api Freija. Tetapi air itu malah terlempar kembali ke arah Aquos saat melintasi dinding tak terlihat yang melempar tubuh tuan-nya tadi. Dia basah kuyup.

Aquos's Heart :
This morning, you wake, a sunray hits your face..
Smeared makeup as we lay in the wake of destruction..
Hush baby, speak softly, tell me you'll be sorry..
That you pushed me into the coffee table last night..
So I can push you off me..
Try and touch me so I can scream at you not to touch me..
Run out the room and I'll follow you like a lost puppy..
Baby, without you, I'm nothing, I'm so lost, hug me..
Then tell me how ugly I am, but that you'll always love me..
Then after that, shove me, in the aftermath of the..
Destructive path that we're on, two psychopaths but we..
Know that no matter how many knives we put in each other's backs..
That we'll have each other's backs, 'cause we're that lucky..
Together, we move mountains, let's not make mountains out of molehills..
You hit me twice, yeah, but who's countin'?..
I may have hit you three times, I'm startin' to lose count..
But together, we'll live forever, we found the youth fountain..
Our love is crazy, we're nuts, but I refused counsellin'..
This house is too huge, if you move out I'll burn all two thousand..
Square feet of it to the ground, ain't shit you can do about it..
With you I'm in my f-ckin' mind, without you, I'm out it..

"Aku tak akan pergi, Os. Aku akan ada ketika kau atau siapapun sedang menyulut Api. Tak aku tak tau kapan aku akan muncul. Semoga kau bahagia dengan dirimu, Os. Selamat tinggal"Api disekiliing tubuh Freija semakin besar dan seketika melahap badan-nya.

BLAM

Terdengar suara ledakan lagi. Kali ini lebih keras. Api yang membakar tubuh Freija itu kini sudah menjalar ke seluruh ruangan. Dan dinding tak terlihat itu-pun dengan sangat jelas terlihat terbakar.

Semua yang berada di dalam ruangan itu sudah hangus terbakar. Hanya tersisa Aquos masih tertelungkup di tempat yang masih sama. Kekuatan-nya yang menyelamatkan dirinya dari api. Dinding-dinding bangunan sudah roboh. Atap sudah terbakar habis. Badai salju musim yang kencang sekarang sudah bisa bermain-main di dalam bangunan yang hancur itu. Sekedar ingin mendinginkan balok-balok sisa bangunan yang habis terbakar.

Aquos mulai menggigil tak beraturan. Tubuh-nya mulai kaku. Pandangan-nya kosong. Di bagian tubuh-nya yang bawah mulai terlihat batu seperti kristal mulai menutupi badan-nya sedikit demi sedikit, merambat ke atas sampai mulai menutupi seluruh tubuh-nya. Aquos juga pergi. Dia menjadi sebongkah patung es di reruntuhan bangunan tempat-nya bersama Freija yang juga pergi di tempat itu.

Just gonna stand there And watch me burn
But that's alright Because I LOVE The way it hurts..
Just gonna stand there And hear me cry
But that's alright Because I HATE The way you lie..

Selasa, 14 Desember 2010

Haymarket Check, the SIGN for Burberry. And the.. Human SIGN.

Belakangan ini saya sering sekali mendengar kata "SIGN" di kuliah-kuliah saya. Yah, memang tak bisa dipungkiri jurusan yang saya ambil terkadang tak akan pernah lepas dari susunan 4 huruf itu. Dan kala itu saya sempat berpikir semua elemen-elemen yang ada di dunia ini ternyata secara tidak langsung juga memiliki SIGN. Entah itu sebagai penunjuk arah, entah sebagai tanda pengenal mereka, dan entah sebagai ciri khas mereka sebagai pembeda dengan yang lain-nya.
Burberry. Lini fashion dari Inggris ini sudah memulai menempel pada tubuh-tubuh para pecinta fashion sejak tahun 1856. Dengan SIGN yang dibuat berdasarkan komposisi garis-garis vertikal horizontal berwarna hitam, merah, dan abu-abu dan dengan background berwana krem serta biasanya ditambahkan logo seorang ksatria yang menunggangi kudanya ini, Burberry setia menemani sampai saat ini di koleksi-koleski trench coat, tote bag, dan koleksi-koleksi lain-nya. SIGN yang cukup simpel ini membuat para pecinta Burberry (atau lebih tepat-nya pecinta fashion) mudah mengenali hasil karya Christoper Bailey ini di sepanjang jalan yang berdiri beberapa butik-butik lini pakaian terkemuka lainnya.
Ketika saya sedikit mengamati sahabat-sahabat terdekat saya. Saya sempat berandai-andai. Kenapa saya bisa mengenali mereka walaupun mereka belum mengucapkan sepatah katapun pada saya. Apakah yah, karena sudah terlampau sangat lama sekali saya mengenal mereka jadi tanpa mereka berkata-katapun saya sudah bisa mengenali mereka. Dan atau-kah mereka juga memilki SIGN itu sendiri?.
Saya sempat melakukan riset kecil-kecilan kepada teman-teman saya tentang apakah manusia juga mempunyai SIGN sebagai penampil ciri khas kita agar mudah dikenali seseorang. Dan ternyata kebanyakan teman-teman saya mempercayai hal itu. Kita (manusia) juga memiliki SIGN itu sendiri. Dan sedikit lebih beruntung karena manusia lebih banyak memiliki kelebihan tentang SIGN. Contohnya saja bisa dari bentuk badan,bentuk wajah, gaya rambut, gaya berpakaian, sifat,dan lain-nya.
Atas kelebihan SIGN yang dimiliki manusia itu.Terkadang SIGN-SIGN itu juga mempunyai beberapa maksud tertentu. Entah itu baik atau buruk. Seperti jika kita tidak suka kepada seseorang kita secara tidak langsung akan memberikan SIGN seakan tak respect kepada orang yang tidak kita sukai tersebut.
Mengutip sedikit kata-kata yang mungkin sudah kita dengar dari banyak orang bahwa Manusia itu diciptakan memiliki porsi sendiri-sendiri. Entah itu kehidupan mereka, ciri khas mereka, karakteristik mereka dan lain-nya, yang mungkin jika semua elemen-elemen itu disatukan akan tercipta SIGN dari manusia itu sendiri. Kalau memang sudah mengerti, mungkin kita tak perlu heran atau mungkin marah ketika melihat perbedaan antara kita dan orang disekitar kita.
Sulit-kah menerima-nya?.
Yah,terkadang memang sulit. Sulit sekali. Tapi toh itu sebuah proses. Tak ada salah-nya untuk mengerti SIGN orang lain.
Sedikit hal tentang kehidupan yang saja pelajari lagi.